Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OYO Sebut Tren Pemesanan Kamar Beralih ke Kebutuhan Jangka Panjang

Guna memaksimalkan peran OYO dalam mendukung perubahan tren tersebut, perusahaan juga berinovasi secara bisnis dengan menghadirkan paket layanan menginap jangka panjang.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 29 Juli 2021  |  21:03 WIB
OYO Sebut Tren Pemesanan Kamar Beralih ke Kebutuhan Jangka Panjang
OYO Hotels & Homes - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Platform jaringan layanan perhotelan (Virtual Hotel Operator), OYO menyatakan tren pemesanan penginapan didominasi oleh kebutuhan jangka panjang selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlangsung.

Country Head OYO Indonesia Agus Hartono Wijaya mengatakan sebelumnya tren pemesanan didominasi oleh penginapan untuk jangka pendek-menengah dengan rata-rata durasi menginap 1—3 hari.

Namun, dalam dua bulan terakhir terdapat lebih banyak pemesanan kamar yang dilakukan untuk jangka panjang dengan rata-rata durasi menginap 7—14 hari.

“Data internal perusahaan melihat tren ini diperkirakan karena adanya masyarakat yang membutuhkan fasilitas menginap sementara,” katanya, Kamis (29/7/2021).

Dia melanjutkan guna memaksimalkan peran OYO dalam mendukung perubahan tren tersebut, perusahaan juga berinovasi secara bisnis dengan menghadirkan paket layanan menginap jangka panjang.

Inovasi tersebut sesuai dengan ketentuan pemerintah dalam hal pengalihan fungsi hotel dalam beberapa kondisi tertentu, salah satunya antisipasi peningkatan kasus positif Covid-19.

Melalui inovasi program tersebut, dia berharap masyarakat yang membutuhkan atau disarankan untuk isolasi mandiri, tetap bisa mendapat fasilitas menginap yang layak, nyaman, dan higienis, yang sesuai dengan anjuran pemerintah setempat.

Agus mengatakan perusahaan turut menggelar VaccinAid, yang merupakan program jangka panjang dari perusahaan untuk memastikan properti mitra dan pekerjanya telah divaksinasi Covid-19.

“Saat ini, program VaccinAid difokuskan kepada vaksinasi pekerja frontline, seperti resepsionis, petugas keamanan, dan kebersihan di berbagai properti mitra OYO di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan program tersebut akan menjadi bagian dari proses pemesanan hotel yang dilakukan oleh pelanggan OYO.

Melalui program ini, pengguna aplikasi diharapkan akan memiliki visibilitas hotel mana saja di jaringan OYO dengan staf yang sudah divaksinasi, baik dengan dosis pertama atau dosis kedua dari vaksin Covid-19.

Adapun inisiatif ini berangkat dari temuan survei internal OYO yang menunjukkan bahwa 87 persen responden survei menyatakan mereka lebih suka hotel dengan staf yang sudah divaksinasi ketika mereka kembali menginap di hotel.

Hingga saat ini, dia mengatakan tercatat telah ada lebih dari 50 properti OYO yang tersebar di pulau Jawa dan Bali telah divaksinasi dan mendapatkan label VaccinAid.

“OYO menargetkan, setidaknya 100 properti mitranya bisa mendapatkan label VaccinAid hingga akhir Juli 2021 dan percepatan pada setiap bulan berikutnya,” katanya.

Tidak hanya itu, dia mengatakan sebagai bagian dari strategi meningkatkan keamanan pelanggan, OYO juga secara aktif terus mengajak seluruh mitra hotel untuk menerapkan standar operasional Sanitized Stay.

Sanitized Stay telah diluncurkan sejak Juni 2020 dan tercatat sudah 90 persen properti OYO yang telah menerapkan Sanitized Stay dari target 1400 hotel mitranya. Strategi ini cukup efektif dalam meningkatkan rasa aman para pelanggan.

“Data internal OYO mencatat, dalam setahun terakhir, tingkat okupansi di hotel-hotel OYO dengan standar Sanitised Stay lebih tinggi sekitar 37 persen secara rata-rata dibandingkan dengan hotel-hotel OYO lainnya,” tuturnya.

Untuk diketahui, Program kualifikasi ini akan menerapkan standar baru untuk meminimalisir kontak fisik pada kegiatan operasional hotel mitra OYO. Sanitized Stay akan berisikan protokol-protokol yang telah didesain berdasarkan peraturan pemerintah dan regulasi terkait lainnya.

Agus menjelaskan secara keseluruhan performa OYO berhasil mengalami kenaikan 40 persen hingga kuartal II/2021. Keberhasilan tersebut berkat adanya berbagai inisiatif dan adaptasi baik dari sisi bisnis maupun operasional serta adanya kebijakan relaksasi mobilitas dari pemerintah.

Menurutnya, perusahaan juga memperlihatkan bahwa proses pemulihan atas pemesanan kamar hotel yang dilakukan melalui aplikasi 3 kali lebih cepat pulih dibandingkan melalui platform lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OYO Hotels & Homes PPKM
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top