Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Startup Akuntansi, Amvesindo: Potensi Ruang Tumbuh Masih Luas

Amvesindo menilai potensi ruang tumbuh bagi startup akuntansi masih luas, sehingga memerlukan strategi yang jitu untuk menggenjot kinerja bisnis.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 13 Juni 2021  |  17:17 WIB
Ilustrasi - Istimewa
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan (startup) di bidang akuntansi perlu menerapkan strategi pemilihan segmentasi untuk bisa menggenjot pertumbuhan bisnis mereka pada 2021.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani mengatakan potensi startup akunting untuk bertumbuh cukup besar, khususnya pada 2021 ini lantaran pemerintah turut menggenjot UMKM go digital dan memperbanyak startup baru untuk terus menyehatkan ekosistem yang ada.

Penyebabnya, dia menilai dengan memahami keuangan yang baik memberikan perusahaan pemahaman akan pengelolaan model bisnis yang tepat dan hal tersebut yang membuat adaptasi menjadi lebih mujarab.

“Potensi startup akuntansi cukup besar, tetapi strategi segmentasi dan akses ke pasar perlu terus diperhatikan karena sektor ini sebenarnya sudah ada sejak lama, dan terdapat pemain-pemain yang dominan tetapi tidak full dengan penerapan pola SaaS seperti yang terjadi di luar negeri,” ujarnya, Minggu (16/6/2021).

Tidak hanya itu, dia menilai BukuWarung yang belum lama ini meraih pendanaan Series A senilai US$ 60 juta atau setara Rp870 miliar dan BukuKas yang juga mendapatkan pendanaan Seri B sebesar US$50 juta (setara Rp709 miliar) mengartikan bahwa pemodal pun melihat peluang besar bagi startup ini untuk menjawab target pemerintah menciptakan UMKM go digital dan lahirnya startup-startup baru di Tanah Air.

“[Agar bisa bertumbuh] pemain perlu fokus di strategi pemilihan segmentasi kebutuhan akunting sesuai kebutuhan UMKM seperti pencatatan di depan (point of sales) dahulu sebelum masuk ke proses pembukuan yang lebih lengkap dan kompleks agar bisa menjadi pintu adopsi yang baik,” katanya.

Edward mengatakan kendala kebanyakan calon pengguna biasanya pada literasi, sehingga dibutuhkan pola interaksi yg mudah dan simpel.

“Contohnya Bukukas yang fokus hanya di pencatatan keluar masuk dana, sangat sederhana, tetapi potensi pangkalan data konsumen dan kebiasaan mereka langsung terdaftar. Potensi inovasi yang bisa dikulik startup ini masih banyak, dan hal bisa dianalisa agar menjadi bisnis turunan,” tuturnya.

Menurutnya, para pemain perlu berfokus di segmentasi kegunaan yang horizontal, di mana fitur dari produk yang dirilis bisa dipakai oleh semua UMKM dan startup baru di berbagai sektor dan memberikan kemudahan pemakaian untuk solusi praktis yang selaras dengan pertumbuhan pengguna dan bisnis mereka ke depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akuntansi StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top