Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Besok Ada Gerhana Matahari Cincin, Ini yang Harus Diwaspadai

Gerhana matahari terjadi ketika bulan melintas di antara matahari dan bumi. Bulan menutupi matahari secara penuh atau sebagian. Sangat berbahaya untuk melihat langsung ke matahari bahkan selama gerhana matahari.
Sartika Nuralifah
Sartika Nuralifah - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  19:28 WIB
Gerhana Matahari Cincin. - BMKG
Gerhana Matahari Cincin. - BMKG

Bisnis.com, JAKARTA - Besok, 10 Juni 2021 akan ada fenomena gerhana matahari cincin.

Gerhana matahari terjadi ketika bulan melintas di antara matahari dan bumi. Bulan menutupi matahari secara penuh atau sebagian. Sangat berbahaya untuk melihat langsung ke matahari bahkan selama gerhana matahari.

Saat terjadi gerhana total, sebagian, atau gerhana cincin kita tidak boleh mencoba mengamati dengan mata telanjang.

Alasannya, melihat langsung gerhana matahari penuh atau sebagian dapat menyebabkan kerusakan mata permanen. ARPANSA merekomendasikan melihat gerhana secara tidak langsung.

Teknik paling aman untuk melihat gerhana matahari adalah melihat secara tidak langsung. Misalnya, kita dapat dengan mudah memproyeksikan gambar matahari ke layar atau kita dapat melihat streaming langsung di TV atau online. Khususnya mata anak-anak yang sangat halus dan mengirimkan lebih banyak cahaya ke retina. Hal ini membuat mata anak-anak lebih rentan terhadap kerusakan akibat cahaya yang intens.

Penggunaan kacamata yang dipasarkan sebagai 'kacamata gerhana' menjadi lebih populer. Penggunaan yang aman dari kacamata ini bergantung pada kemampuan penyaringan lensa dan desain bingkai. Meskipun lensa disertifikasi untuk memenuhi standar yang berlaku, penggunaan kacamata yang tidak tepat masih dapat menyebabkan kerusakan mata yang serius. ARPANSA merekomendasikan agar kacamata gerhana matahari tidak digunakan untuk melihat gerhana matahari secara langsung.

Hal-hal yang perlu diingat ketika gerhana matahari

·         Melihat gerhana dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

·         Kerusakan terjadi dengan cepat tanpa rasa sakit.

·         Kehilangan penglihatan tidak terjadi sampai setelah gerhana.

·         Tidak ada pengobatan dan anak-anak sangat berisiko.

·         ARPANSA menyarankan agar tidak melihat gerhana secara langsung.

Bahaya utama bagi mata dari sinar matahari yang sangat intens adalah dari panas (radiasi infra merah), UVR (radiasi ultraviolet) dan dari cahaya tampak yang berlebihan, terutama cahaya biru. Bahkan pandangan sekilas ke matahari dapat memfokuskan panas dalam jumlah yang sangat besar ke bagian belakang mata (retina). UVR dapat menyebabkan 'sunburn' pada permukaan luar mata (kornea). Risiko yang paling sedikit dipahami adalah dari cahaya biru yang juga dapat menyebabkan kerusakan mata melalui retinopati fotokimia.

Biasanya matahari sangat terik sehingga sulit dan sangat berbahaya untuk melihatnya secara langsung. Melihat cahaya yang intens dari matahari bahkan hanya beberapa detik dapat menyebabkan kerusakan permanen


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gerhana Matahari mata
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top