Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Menyaksikan Puncak Hujan Meteor Arietid Besok, Satu-satunya bisa Dilihat Siang Hari

Hujan meteor Arietid adalah salah satu tampilan bintang jatuh yang kurang dikenal. Mereka muncul setiap tahun pada awal Juni, memberikan suguhan langka kepada para pengamat bintang. Namun, mereka terkenal sulit dikenali.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 06 Juni 2021  |  15:09 WIB
Meteor Arietid
Meteor Arietid

Bisnis.com, JAKARTA - Hujan meteor Arietid  akan mencapai puncaknya dalam beberapa hari mendatang karena Arietid akan mencapai puncaknya pada 7 Juni.

Hujan meteor Arietid adalah salah satu tampilan bintang jatuh yang kurang dikenal. Mereka muncul setiap tahun pada awal Juni, memberikan suguhan langka kepada para pengamat bintang. Namun, mereka terkenal sulit dikenali.

Ini karena mereka biasanya mencapai puncaknya pada siang hari ketika Matahari mengaburkan pandangan dari setiap meteor yang masuk.

Tapi ada beberapa trik untuk melihat bintang jatuh tersebut. 

Waktu terbaik untuk melihatnya adalah sesaat sebelum matahari terbenam pada 7 Juni. Lihatlah ke timur, tepat di atas tempat Matahari terbit, dan Anda mungkin akan disuguhi tampilan Arietid yang langka.

Menurut para astronom, sebanyak 60 bintang jatuh dalam satu jam bisa terjadi. Namun, karena mayoritas datang di siang hari bolong, mereka akan sulit dilihat.

"Pancaran Arietid terbit di timur sekitar 45 menit sebelum matahari. (Hal ini berlaku untuk pengamat di kedua belahan bumi, utara dan selatan. Arietid pra-fajar cenderung menjadi 'Earthgrazers' - meteor yang meluncur secara horizontal melalui atmosfer bagian atas dari pancaran di dekat cakrawala," demikian menurut ahli dilansir dari Express.

Meteor ini agak misterius, karena para ahli tidak yakin dengan sumber meteor.

Namun, mereka akan berasal dari komet atau asteroid yang mengorbit Matahari yang meninggalkan jejak puing saat melakukannya.

"Tidak ada yang yakin dari mana meteoroid Arietid berasal, meskipun beberapa astronom menduga itu adalah puing-puing dari asteroid 1566 Icarus yang sedang berjemur. Kemungkinan lain adalah bahwa Arietid berasal dari pecahnya komet raksasa ribuan tahun yang lalu." papar ahli.

Dikutip dari akun instagram Lapan, hujan meteor ini satu-satunya yang bisa disaksikan pada siang hari.

Hujan meteor ini aktif sejam 14 Mei sampai dengan 24 Juni 2021, dengan puncaknya 7 Juni 2021 besok.

Intensitas meteor sebanyak 50 meteor per jam ketika di zenit. Fenomena ini bisa disaksikan dari arah Timur-Timur laut sebelum fajar astronomis berkulminasi di arah utara pada pukul 10.00 waktu setempat dan terbenam di arah barat-barat laut pukul 16.00 waktu setempat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nasa meteor
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top