Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sama-sama Berdarah BUMN, Icon+ dan IndiHome Bersaing atau Bersinergi?

Memiliki pasar yang sama yaitu segmen ritel, Icon+ diyakini dapat mengganggu dominasi IndiHome, kecuali jika keduanya berkolaborasi.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 30 April 2021  |  22:23 WIB
Siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) Plus Pasawahan mengerjakan tugas sekolah di pos kamling Desa Pasawahan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis, (16/7/2020). Pelajar yang tinggal di desa terpecil terpaksa mengerjakan tugas sekolah di luar rumah lantaran keterbatasan jaringan internet sedangkan sekolah hanya bisa memfasilitasi kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring mengunakan aplikasi WhatsApp Grup serta Facebook Messenger. ANTARA FOTO - Adeng Bustomi
Siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) Plus Pasawahan mengerjakan tugas sekolah di pos kamling Desa Pasawahan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis, (16/7/2020). Pelajar yang tinggal di desa terpecil terpaksa mengerjakan tugas sekolah di luar rumah lantaran keterbatasan jaringan internet sedangkan sekolah hanya bisa memfasilitasi kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring mengunakan aplikasi WhatsApp Grup serta Facebook Messenger. ANTARA FOTO - Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA – Pengamat telekomunikasi memiliki pandangan yang berbeda-beda terkait dengan persaingan dua penyedia layanan internet ke rumah yaitu IndiHome milik Telkom dan Icon+ milik PLN.  

Memiliki pasar yang sama yaitu segmen ritel, Icon+ diyakini dapat mengganggu dominasi IndiHome, kecuali jika keduanya berkolaborasi.

Direktur Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala mengatakan secara teknis cakupan layanan Icon+ lebih luas dibandingkan dengan cakupan layanan IndiHome,.

Sebagai anak usaha PLN, Icon+ dapat menjangkau kawasan-kawasan yang sulit dimasuki oleh pemain layanan internet tetap lainnya termasuk layanan internet milik Telkom, IndiHome.

“Hanya saja Icon+ pemain baru, sehingga dari sisi kemampuan kapasitas masih perlu belajar,” kata Kamilov, Jumat (30/4/2021).

Dari sisi teknologi, mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi dan Informasi periode 2009-2012 itu mengatakan kabel PLN yang digunakan untuk menyuntikkan internet kualitasnya tidak terlalu mumpuni.

Dia mengusulkan agar kualitas layanan yang diberikan prima, Icon+ berinvestasi kembali di serat optik.

Dengan memiliki kualitas layanan optimal ditambah dengan kecepatan menjangkau akses pasar memanfaatkan infrastruktur PLN, maka terbuka peluang Icon+ lebih unggul dari IndiHome, bahkan mencaplok pelanggan milik IndiHome. 

“Kalau IndiHome lemot, bisa diambil oleh Icon+ [pelanggannya], dengan catatan Icon+ mau meningkatkan kualitas,” kata  Kamilov.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi berpendapat seharusnya kedua perusahaan milik BUMN tersebut tidak saling berebut pelanggan.

Masing-masing harus tetap fokus pada bisnis inti. “Terutama PLN dan anak usahanya fokus pada energi listrik dan infrastrukturnya,” kata Heru.

Adapun seandainya terjadi perebutan pelanggan antara Icon+ dengan IndiHome, menurut Heru, Menteri BUMN harus turun tangan.

“Tujuannya agar tidak ada saling berkelahi dan saling membunuh antarBUMN dan anak usaha nya,” kata Heru,

Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC) M. Tesar Sandikapura menyarankan agar tidak terjadi perebutan pasar, keduanya lebih baik saling berkolaborasi menghadirkan layanan internet tetap ke rumah-rumah.

IndiHome berfokus pada penyediaan layanan, konten dan menjaga kualitas jaringan internet tetap ke rumah-rumah, sedangkan Icon+ sebagai penyedia infrastruktur seperti tiang, instalasi ke rumah-rumah pelanggan dan lain sebagainya.

“Dengan sinergi IndiHome tidak perlu memikirkan pergelaran jaringan lagi karena itu sudah menjadi bagian Icon+. Kalau itu terjadi maka harga internet bisa jadi lebih murah karena dua perusahaan saling sinergi,” kata Tesar.

Tesar berpendapat jika saling bersaing, maka kedua perusahaan tidak akan ada yang menang, terlebih di tengah kondisi pasar yang makin panas. Jumlah penyedia layanan internet terus bertambah, sedangkan pasarnya terbatas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN telkom indihome
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top