Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manfaatkan Aset PLN, ICON+ Ingin Rangkul Lebih Banyak Pelanggan

Layanan fixed internet broadband ritel di Indonesia masih sangat rendah sehingga peluang untuk meraup pelanggan ritel terbuka luas.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 30 April 2021  |  16:16 WIB
Warga saat melakukan rapat daring menggunakan layanan Telkomsel di Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (29/3/2020). - ANTARA FOTO/Olha Mulalinda
Warga saat melakukan rapat daring menggunakan layanan Telkomsel di Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (29/3/2020). - ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indonesia Comnets Plus (Icon+) berupaya merangkul lebih banyak pelanggan baru dengan  memanfaatkan aset strategis milik PT PLN (Persero).

Sejalan dengan keinginan tersebut, anak usaha PLN tersebut akan terus meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan yang ada saat ini. 

Sekretaris Perusahaan Icon+ Tetty Indrawati mengatakan bicara tentang target Icon+ adalah tentang tantangan yang ingin dicapai dengan melihat kesempatan serta potensi yang dimiliki  Icon+ saat ini. 

Icon+ sebagai anak usaha PLN, kata Tetty, akan memanfaatkan aset strategis -seperti tiang- dan sinergi bisnis PLN group untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Sekadar informasi dalam rapat kerja 2021, Icon+ ingin melayani 20 juta pelanggan pada 2024. Artinya, dalam setiap tahunnya hingga 2024, Icon+ harus dapat merangkul 5 juta pelanggan baru.

“Saat ini yang menjadi prioritas strategi utama kami adalah memastikan peningkatan kualitas layanan pelanggan,” kata Tetty kepada Bisnis, Jumat (30/4/2021).

Tetty menambahkan Icon+ juga ingin memastikan bahwa pelanggan mendapatkan layanan yang andal dari mulai kemudahan dalam mendapatkan informasi cakupan, kemudahan dalam proses pendaftaran, dan pembayaran, 

“Penyambungan layanan sampai dengan layanan penanganan gangguan, sehingga nilai keandalan yang kami janjikan kepada pelanggan kami dapat benar-benar dirasakan,” kata Tetty.

Tetty menambahkan layanan fixed internet broadband ritel di Indonesia masih sangat rendah sehingga peluang untuk meraup pelanggan ritel terbuka luas.

Sesuai dari data Kemenkominfo, penetrasi fixed broadband di Indonesia masih 14 persen dari total populasi rumah tangga. Kemudian terjadinya pandemi Covid-19 pada 2020 telah melahirkan pasar kebutuhan layanan internet rumah yang makin meningkat pesat.

“Hal ini membawa optimisme sendiri untuk kami untuk melaksanakan cita-cita tersebut dengan memberikan layanan internet cepat yang andal, terjangkau dan tidak terbatas kepada pelanggan,” kata Tetty.

Dilansir dari websitenya, Icon+ memiliki produk untuk pelanggan korporasi dan pelanggan ritel. Untuk pelanggan korporasi Icon+ menawarkan produk ICONApps sebagai solusi aplikasi,  ICONBase sebagai solusi keamanan data, dan ICONWeb sebagai solusi koneksi internet.

Kemudian untuk pasar ritel, Icon+ memiliki StroomNet, layanan internet rumah dengan harga mulai dari Rp185.000/ bulan untuk 10Mbps hingga Rp427.000/bulan untuk 100Mbps. Selama April, Icon+ juga memberikan biaya gratis instalasi hingga Rp250.000.

Adapun untuk Stroomnet+Tv dibanderol dengan harga mulai dari Rp353.000/ per bulan untuk 10 Mbps hingga Rp789.000/ bulan untuk 200Mbps.

Dari sisi cakupan, Stroomnet telah menjangkau kota-kota besar seperti di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimatan hingga Indonesia Timur. 

Berdasarkan laporan keungan yang dipublikasi di laman resmi, Icon+ berhasil mencatat pendapatan senilai Rp2,53 triliun, naik 16,8 persen secara tahunan.  

Icon+ juga berhasil menyambungkan jaringan intenet kepada 21 pelanggan baru per hari sepanjang 2019. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN internet
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top