Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indosat (ISAT) Tak Ikut Lelang 2,3 GHz, Ini Alasannya

Indosat memutuskan untuk tak ikut lelang ulang frekuensi 2,3 GHz dan akan fokus meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna dengan alokasi spektrum yang dimiliki.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 14 April 2021  |  13:41 WIB
Karyawan melayani pelanggan di gerai Indosat Ooredoo, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melayani pelanggan di gerai Indosat Ooredoo, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indosat Tbk. (ISAT) menyatakan tidak akan terlibat dalam lelang ulang 2,3 GHz dan memilih untuk memanfaatkan spektrum frekuensi yang dimiliki untuk menunjang pertumbuhan bisnis ke depan dan melayani para pelanggan.

Senior Vice President Corporate Communications Indosat Steve Saerang mengatakan Indosat akan fokus meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna dengan alokasi spektrum yang dimiliki. Indosat akan berupaya untuk terus menyesuaikan frekuensi yang ada dengan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini, sehingga kualitas layanan tetap prima.

Melalui jaringan 4G berkualitas dikombinasikan dengan produk yang sederhana, relevan dan transparan, kata Steve, Indosat ingin menghadirkan pengalaman terbaik kepada pelanggan.

“Indosat Ooredoo tidak melanjutkan partisipasinya dalam lelang spektrum frekuensi 2.3 GHz,” kata Steve kepada Bisnis.com, Rabu (14/4/2021).

Untuk diketahui, saat ini Indosat menggunakan spektrum frekuensi sebesar 2x47,5 MHz yang tersebar di 850 (2,5 MHz), 900 (10 MHz), 1800 (20 MHz) dan 2100 MHz (15 MHz). Dengan pita frekuensi tersebut, Indosat melayani 60,3 juta pelanggan pada Desember 2020.

Indosat terus berupaya meningkatkan kualitas layanan yang dimiliki. Salah satunya dengan menggenjot pembangunan BTS 4G. Tercatat pada Desember 2020, Indosat mengoperasikan 62.887 BTS 4G, bertambah 14.839 BTS dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Penambahan ini membuahkan hasil. Berdasarkan laporan Opensignal, rata-rata kecepatan unduh- unggah Indosat mengalami peningkatan yang signfikan pada tahun lalu. Tercatat pada 2020 rata-rata kecepatan unduh dan unggah masing-masing sebesar 10,7 Mbps dan 5,6 Mbps.

Sementara itu pada 2019, rata-rata kecepatan unduh dan unggah Indosat masing-masing hanya 6,6 Mbps dan 3,6 Mbps. Peningkatan tersebut terjadi bersamaan dengan pertumbuhan jumlah pelanggan yang bertambah sekitar 1 juta pelanggan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top