Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

7 Mitos dan Fakta Soal Wireless Charging Smartphone

Sebagian besar ponsel pintar (smartphone) kelas menengah hingga premium memiliki fitur pengisian daya nirkabel yang dikenal dengan wireless charging.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 07 April 2021  |  13:51 WIB
Dulu, wireless charging memang punya kapasitas daya yang kecil. Akan tetapi, model yang lebih baru menawarkan kecepatan pengisian daya yang lebih baik, misalnya dengan 50W atau lebih.  - Samsung.com
Dulu, wireless charging memang punya kapasitas daya yang kecil. Akan tetapi, model yang lebih baru menawarkan kecepatan pengisian daya yang lebih baik, misalnya dengan 50W atau lebih. - Samsung.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagian besar ponsel pintar (smartphone) kelas menengah hingga premium memiliki fitur pengisian daya nirkabel yang dikenal dengan wireless charging.

Namun demikian, tak banyak pembeli smartphone baru yang benar-benar menggunakan pengisian daya nirkabel. Fitur ini juga bukan menjadi pilihan karena biasanya pengguna harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli perangkat pengisian dayanya. 

Beberapa pengguna juga merasa repot bila harus membawa adaptor pengisian daya nirkabel ketika berpergian, sehingga pengisi daya kabel masih menjadi pilihan utama mereka. Mengingat kecepatan pengisian juga biasanya lebih tinggi pada charger dengan kabel. 

Di samping, itu ada beberapa hal yang menjadi mitos dan dipercayai oleh banyak pengguna smartphone tentang wireless charging. Dilansir Gadgets Now, Rabu (7/4/2021), berikut ini adalah mitos dan fakta terkait pengisian daya tanpa kabel. 

1. Mitos : Pengisian nirkabel memperburuk kesehatan baterai smartphone. 

Fakta : Tidak ada bukti ilmiah tentang hal ini. Faktanya, cara ini lebih aman dibandingkan pengisian daya adaptor biasa mengingat risiko soket dan port kabel yang salah atau rusak.  

2. Mitos : Pengisian nirkabel tidak memungkinkan baterai diisi terus menerus. 

Fakta : Ponsel pintar modern dibuat dengan siklus pengisian daya yang tidak teratur. Selain itu, pengisian daya selalu dari 0 persen hingga 100 persen dapat memperburuk kesehatan baterai jangka panjang. 

3. Mitos : Tidak bisa mengisi daya secara nirkabel melalui penutup atau casing ponsel 

Fakta : Ponsel baru dan adaptor pengisian daya nirkabel dapat dengan mudah mengisi daya melalui casing yang ada. Pengguna tidak perlu membuka dan menutupnya tiap kali melakukan pengecasan. 

4. Mitos : Pengisian daya nirkabel memancarkan radiasi berbahaya 

Fakta : Dengan adanya sertifikasi Qi, maka tidak ada alasan pengguna khawatir tentang radiasi berbahaya. Selain itu, tingkat radiasi sangat minimum yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh. 

5. Mitos : Pengguna tidak bisa menggunakan ponsel saat pengisian daya nirkabel 

Fakta : Memang benar bahwa pengguna tidak dapat memegang ponsel untuk bermain gim atau menjelajah internet. Tapi produsen telah mengembangkan adaptor dengan dudukan sehingga pengguna bisa memainkan perangkatnya. 

6. Mitos : Pengisian daya nirkabel memanaskan ponsel secara berlebihan dan memengaruhi kinerja perangkat 

Fakta : Secara umum ponsel akan menjadi panas saat pengisian daya. Namun hal ini dianggap normal dan tidak berlebihan. Adaptor dengan sertifikasi Qi bisa menjadi jaminan hal itu tidak memengaruhi kinerja karena efek pemanasan. 

7. Mitos : Pengisian daya nirkabel sangat lambat sehingga tidak praktis untuk penggunaan sehari-hari 

Fakta : Dulu, wireless charging memang punya kapasitas daya yang kecil. Akan tetapi, model yang lebih baru menawarkan kecepatan pengisian daya yang lebih baik, misalnya dengan 50W atau lebih.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartphone wireless
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top