Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan TWS Naik 15 Persen Tahun Lalu, Apple Memimpin

Pasar TWS dan wearable memiliki hambatan yang minim untuk masuk sehingga memudahkan produsen mengirimkan produknya secara cepat.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 01 April 2021  |  08:43 WIB
Beragam varian produk peranti sandang smartwatch fitbit yang dipasarkan di Indonesia - Bisnis/Rahmad Fauzan
Beragam varian produk peranti sandang smartwatch fitbit yang dipasarkan di Indonesia - Bisnis/Rahmad Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA – Meski pasar ponsel mengalami gejolak pada tahun lalu, industri True Wireless Stereo (TWS) dan wearable justru melaju positif pada periode yang sama.

Berdasarkan laporan Canalys, pasar TWS global dan wearable tumbuh positif pada tahun lalu, yang dipimpin oleh Apple.

Dilansir GSM Arena, Kamis (1/4/2021), kuatnya permintaan dan tingginya kesadaran terkait kesehatan menjadi faktor pendorong utama dari peningkatan penjualan.  

Pasar TWS dan wearable memiliki hambatan yang minim untuk masuk sehingga memudahkan produsen mengirimkan produknya secara cepat yang didukung oleh matangnya rantai nilai pasokan industri ini.

Vendor misalnya Skullcandy, Fitbit, Sony, hingga produsen ponsel pintar semacam Apple, Samsung, dan Xiaomi dilaporkan mengalami peningkatan penjualan. Jika dirinci, perangkat audio terjual 432 juta unit atau naik 20 persen, sedangkan wearable naik 10 persen menjadi 185 juta unit.

Setelah Xiaomi gagal memenuhi tingginya permintaan pada kuartal IV/2021, Apple berhasil melipatgandakan penjualannya pada periode yang sama.

Laporan ini menyebutkan produsen terlihat mudah memasuki ekosistem iOT (Internet of Things) melalui perangkat ini. Tetapi, tantangannya ke depan adalah bagaimana membuat strategi jangka panjang seputar analisis kesehatan dan kebugaran yang sering diabaikan oleh merek baru.

Canalys memperkirakan permintaan TWS dan wearable masih kuat pada tahun ini, tetapi pertumbuhannya akan terbatas di kisaran 15,6 persen atau 500 unit akibat kelangkaan komponen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartwatch handset
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top