Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Snack Video Aplikasi Ilegal, Ini Kata Kominfo

Kementerian Kominfo menjelaskan alasan Snack Video menjadi aplikasi ilegal yang kini sudah diblokir.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 04 Maret 2021  |  13:06 WIB
Snack Video Aplikasi Ilegal, Ini Kata Kominfo
Tangkapan layar aplikasi Snack Video di Google PlayStore. - Dok. PlayStore
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan Snack Video, aplikasi berbasis money game yang serupa dengan TikTok Cash dan VTube, bersifat ilegal.

Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi mengatakan berdasarkan pernyataan dari OJK Snack Video termasuk ilegal karena tidak memiliki izin sebagai penyelenggara sistem informasi di Kemenkominfo. Selain itu, aplikasi itu juga belum mengantongi izin kegiatan usahanya di Indonesia.

"Sesuai dengan surat yang kami terima dari OJK, Snack Video dinilai sebagai penyelenggara konten video tanpa izin," kata Dedy saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (4/3/2021).

Dia menjelaskan saat ini aplikasi tersebut telah diblokir. Adapun, pemblokiran situs tersebut merupakan permintaan dari OJK.

Namun, aplikasi tersebut masih dapat diunduh di Playstore. Pasalnya, pengajuan pemblokiran memang membutuhkan waktu untuk berkoordinasi dengan Google di Amerika Serikat.

Sekadar catatan, kejadian Snack Video dapat dikatakan serupa dengan aplikasi TikTok Cash dan VTube, yang telah resmi diblokir oleh pemerintah karena dianggap ilegal dengan berbasis money game.

Money game merupakan skema yang menawarkan pendapatan untuk penggunanya dengan hanya menonton video dari unggahan pengguna aplikasi dan menggunakan sistem mengajak teman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kominfo aplikasi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top