Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Oracle: Penerapan Bank Digital Jadi Keniscayaan

Berdasarkan data The Economist Intelligence Unit, 66 persen peralihan bank ke ranah digital dipicu oleh adanya penetrasi dari teknologi baru.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 09 Februari 2021  |  21:30 WIB
Ilustrasi Oracle
Ilustrasi Oracle

Bisnis.com, JAKARTA – PT Oracle Indonesia menilai penggunaan penerapan digitalisasi perbankan sudah menjadi momentum yang tidak dapat ditawar lagi.

Technology Solution & Cloud Engineering Oracle Cloud Platform Oracle Indonesia Christian Hartono Tanu mengatakan saat ini masyarakat berfokus pada pengalaman layanan, di mana mereka mengharapkan bank dapat memberikan penawaran layanan secara digital yang inovatif.

“Bank tradisional ke depan makin ditinggalkan 80 persen konsumen akan meninggalkan suatu brand karena pengalaman mereka yang mana 86 persen pengguna ingin pembayaran dan transfer dapat dilakukan secara digital, 60 persen ingin mengakses akun bank secara daring,” ujarnya melalui diskusi daring bersama Bisnis, Selasa (9/2/2021).

Berdasarkan data The Economist Intelligence Unit, 66 persen peralihan bank ke ranah digital dipicu oleh adanya penetrasi dari teknologi baru.

“Persentase ini lebih tinggi dibandingkan perubahan regulasi dan perubahan perilaku konsumen yang mengakselerasi digitalisasi perbankan masing-masing berada di 42 persen dan 24 persen,” katanya.

Oleh sebab itu, Christian mengatakan perusahaan memiliki strategi untuk menghadirkan layanan pengelolaan data dan pengiriman data secara efisien terhadap industri finansial.

“Selama ini kami sudah memimpin di sisi pengelolaan data. Kami pun ada [fitur] autonomous data bank yang memudahkan pengelolaan data, ini penting untuk mengkurasi data, mengumpulkan untuk menjadi master data yang akan diperkaya dengan analisi dan kemudian mengelompokan [data tersebut] agar sebagai bagian pengambilan keputusan,” ujarnya.

Selain itu, dia melanjutkan perusahaan memiliki Oracle Cloud Infrastructure adalah cloud generasi kedua yang dibangun dan dioptimalkan secara khusus untuk mendukung beban kerja berskala besar.

Dengan demikian, Oracle Cloud memungkinkan perusahaan dengan berbagai ukuran untuk menjalankan database dan aplikasi mereka, terutama yang bervolume tinggi dan berkinerja tinggi.

“Ini menggabungkan elastisitas dan utilitas cloud publik dengan kontrol granular, keamanan, dan prediktabilitas infrastruktur lokal,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini cloud publik juga memberikan proses pengembangan yang aktif, serta memberikan fleksibilitas yang dapat membantu mengembangkan solusi yang berpusat pada konsumen.

Dia menyebutkan per Desember 2020 Oracle Cloud secara global telah memiliki pangkalan data sebanyak 29 kawasan dengan 3 dedicated region, di mana bila ada pengguna yang ingin membuka pangkalan data baru yang bisa menyalin region dan memindahkannya ke pangkalan data yang diinginkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

oracle industri perbankan komputasi awan
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top