Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realme Bidik Perluasan Saluran Penjualan pada Kuartal I/2021

Laporan terbaru Canalys menunjukkan secara global jumlah pengiriman ponsel pintar mengalami penurunan hingga 7 persen sepanjang 2020.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  18:29 WIB
realme Narzo 20
realme Narzo 20

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen ponsel pintar yang berbasis di China, realme, menyebutkan dengan beradaptasi terhadap pandemi Covid-19 perusahaan berhasil meraih ragam pencapaian penting sepanjang 2020.

Marketing Director realme Indonesia Palson Yi menyebutkan pada kuartal III/2020, penjualan kumulatif realme mencapai 50 juta unit sehingga mendapuk mereka sebagai merek smartphone tercepat di dunia berdasarkan laporan dari Counterpoint.

Selain itu, laporan riset smartphone dari Canalys juga mencatat pertumbuhan realme di Indonesia mencapai 15 persen dan meraih 14 persen pangsa pasar pada kuartal III/2020.

“Dari keempat seri smartphone yang dimiliki realme, yaitu Seri C, Seri Angka, Seri narzo, dan Seri X. Kami bisa mengatakan seri Angka merupakan seri yang paling diminati oleh pasar Indonesia terutama realme 7 series yang baru kita luncurkan bulan lalu dan bulan ini,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (29/1/2021).

Menurutnya, dengan keunggulan masing-masing, seri Angka hadir membawa teknologi sekelas flagship dan membuat tolak ukur baru di kelas mid-range, yaitu tren teknologi dan desain, tetapi dengan harga terjangkau.

Palson mengatakan strategi pada kuartal I/2021 adalah memperluas saluran penjualan mereka di ranah luring. Perusahaan asal China itu menargetkan 100 toko pada kuartal pertama 2021.

“Pembukaan toko ini tidak hanya akan meningkatkan penjualan ponsel, tetapi juga perangkat AIoT kami. Visi realme dengan membuka 100 gerai resmi ini adalah untuk memberikan pengalaman hands-on yang mudah, mencoba, dan membeli produk di dalam satu tempat untuk setiap konsumen kami,” katanya.

Laporan terbaru Canalys menunjukkan secara global jumlah pengiriman ponsel pintar mengalami penurunan hingga 7 persen sepanjang 2020. Tak jauh berbeda, kuartal IV/2020 turut ditutup dengan kontraksi hingga 2 persen atau berada di angka 359,6 juta unit.

Palson pun menilai untuk pasar ponsel pintar di Indonesia pada kuartal I/2021 akan menunjukkan pertumbuhan. Pasalnya, dengan adanya pemulihan di tingkat global, bukan tidak mungkin akan membawa bisnis ponsel Tanah Air ke arah yang lebih positif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gadget
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top