Ada 5 Poin Utama yang Harus Dipenuhi oleh Vaksin

Akbar Evandio
Selasa, 26 Januari 2021 | 17:24 WIB
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional menilai ada 5 poin utama terkait dengan pengembangan Vaksin di Tanah Air. 

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) Ali Ghufron Mukti mengatakan fokus ini dilakukan untuk memobilisasi dan memperkuat langkah menghasilkan vaksin Merah Putih.

“Ada 5 hal yang difokuskan pertama adalah kecepatan, maka sebelum merah putih [rampung], Negara impor vaksin ada berbagai macam mulai dari Sinovac, Pfizer, dan lainnya,” katanya dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 yang diselenggarakan Selasa (26/1/2021).

Dia melanjutkan untuk isu kedua adalah efektivitas. Menurutnya, isu tersebut menjadi penting di mana setiap vaksin diupayakan mampu untuk meminimalisir risiko penularan ke depan.

“Sinovac [efektivitasnya] 65 persen lebih sedikit, dan kita bisa liat Merah Putih nanti,” ujarnya

Selanjutnya, Ali menilai isu ketiga adalah keamanan vaksin, keempat adalah kemandirian, yakni bagaimana bisa memproduksi untuk kebutuhan dalam negeri dan kelima adalah kehalalan untuk Indonesia.

“Vaksin Merah Putih untuk isu kemandirian, ini kita kerja sama dengan Eijkman, LIPI,UI, ITB, UNAIR, dan UGM. Menghasilkan vaksin tidak bisa sendiri, kami berharap vaksin ini punya peran strategis untuk ekonomi,” katanya.

Acara Webinar Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 bertajuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi dapat terselenggara berkat dukungan Otoritas Jasa Keuangan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Kemudian, PT Bank Mayapada International Tbk., PT Bukaka Teknik Utama Tbk., PT Summarecon Agung Tbk., dan  PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper