Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sewa Lahan Mahal, Moratelindo: Surabaya Kurang Kondusif!

Moratelindo mengklaim Surabaya kurang kondusif bagi rencana ekspansi perusahaan terkait dengan sewa lahan untuk keperluan penggelaran jaringan internet tetap.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  11:50 WIB
Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) Galumbang Menak didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) Galumbang Menak didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) tengah mempertimbangkan untuk melakukan ekspansi ke kota Surabaya pada tahun ini, seiring dengan mahalnya tarif gelar jaringan di kota pahlawan tersebut.

Direktur Utama Moratelindo Galumbang Menak mengatakan kondisi pergelaran jaringan internet tetap di Surabaya kurang kondusif dan sangat mahal. Biaya sewa lahan yang ditetapkan pemerintah daerah setempat membuat perseroan terbebani, sehingga sulit untuk melakukan ekspansi.

“Surabaya kurang kondusif itu, internet tidak ada di sana,” kata Galumbang kepada Bisnis.com, beberapa waktu lalu.

Galumbang mengatakan kebijakan yang dterapkan pemerintah daerah Surabaya berbeda dengan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah daerah, termasuk pemerintah pusat.

Pergelaran jaringan utlitas telekomunikasi seharusnya dipermudah, bukan dibebankan dengan tarif sewa yang sangat mahal. Untuk diketahui, dalam menerapkan tarif pergelaran jaringan telekomunikasi, Pemerintah Surabaya menetapkan harga sesuai dengan harga pasar tanah di suatu wilayah.

Sebagai contoh harga sewa tanah di suatu daerah di Surabaya mencapai Rp30 juta per meter/tahun, maka setiap meter kabel serat optik yang digelar melewati tanah tersebut akan dikenakan harga sewa Rp30 juta/tahun.

Seandainya panjang kabel operator tersebut adalah 1 km yang melintasi wilayah tersebut, maka operator harus membayar sewa sekitar Rp30 miliar per tahun. Nilai tersebut akan makin tinggi seandainya operator menggunakan 2 ruas jalan.

Adapun jika operator menggelar jaringan utilitas secara bersamaan maka biaya yang ditanggung akan lebih murah, karena dibagi dengan total operator yang tergabung dalam jaringan utilitas tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet telekomunikasi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top