Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tri dan XL Sepakat Jumlah Operator Tidak Ditambah

Kehadiran operator telekomunikasi baru akan membuat peta persaingan di industri berubah.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  21:15 WIB
Tri dan XL Sepakat Jumlah Operator Tidak Ditambah
Sejumlah remaja menggunakan ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020). - ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA – PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Hutchison 3 Indonesia menilai jumlah operator seluler di Indonesia saat ini sudah terlalu banyak.

Kehadiran operator telekomunikasi baru akan membuat peta persaingan di industri berubah.

Group Head Corporate Communications XL Axiata Tri Wahyuningsih mengatakan hadirnya pemain baru di industri telekomunikasi kurang selaras dengan komitmen bersama untuk mendorong industri telekomunikasi Indonesia tumbuh lebih sehat.

“Kemunculan operator telekomunikasi baru, tentu akan mempengaruhi peta persaingan yang ada, yang pada akhirnya juga akan memberikan dampak terhadap industri telekomunikasi,” kata Ayu kepada Bisnis, Senin (25/1/2021).

Senada, Wakil Presiden Direktur PT Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah menilai kehadiran pemain baru akan membuat semangat konsolidasi pemain di industri telekomunikasi menjadi pudar.

Dia menilai jumlah operator seluler di Indonesia saat ini sudah terlalu banyak. Idealnya jumlah ini berkurang dengan skema konsolidasi agar layanan dan persaingan di industri menjadi sehat.

“Kita tahu bahwa operator seluler sudah terlalu banyak di industri sehingga didorong untuk konsolidasi. Pemerintah inginnya ada konsolidasi industri juga ingin adanya konsolodisi,” kata Danny.

Meski demikian, kata Danny, keputusan untuk menambah jumlah operator telekomunikasi atau tidak, merupakan wewenang Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Pemerintah memiliki hak tersendiri untuk menambah atau mengurangi pemain.

Sebelumnya PT MNC Investama Tbk. (BHIT) atau MNC Grup menyatakan minat untuk mengembangkan layanan internet cepat 5G di pita 2,6 GHz.

Direktur Corporate Secretary MNC Group Syafril Nasution mengakui perseroan sempat mengutarakan minat untuk menggelar 5G kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

MNC Grup menjajaki pergelaran 5G di pita frekuensi 2,6 GHz yang saat ini sedang digunakan oleh anak usaha mereka PT MNC Sky Vision Tbk. untuk aktivitas penyiaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mnc group operator telekomunikasi teknologi 5G
Editor : Amanda Kusumawardhani

Terpopuler

back to top To top