Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fitur LAA Langka, Ekosistem Sulit Terbangun

Implementasi teknologi ini membutuhkan ekosistem agar dapat berkelanjutan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  06:05 WIB
salah satu menara telekomunikasi yang dikelola oleh PT Bali Towerindo Sentra Tbk. - balitower.co.id
salah satu menara telekomunikasi yang dikelola oleh PT Bali Towerindo Sentra Tbk. - balitower.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah  perangkat yang terbatas, disinyalir menjadi penghambat tumbuhnya ekosistem 4G LTE Advanced Pro berteknologi Lincensed Assited Acces (LAA) di Tanah Air.

Dirjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ismail mengatakan hingga saat ini ekosistem perangkat LAA masih belum cukup untuk memenuhi perhitungan rencana bisnis operator seluler.

Adapun salah satu faktor masih rendahnya populasi perangkat yang memiliki fitur LAA, disebabkan penyebaran fitur LAA tidak merata di kelas perangkat. 

Umumnya, vendor hanya memberikan fitur LAA di gawai atau perangkat kelas atas saja.

“Berdasarkan evaluasi yang pernah dilakukan pada 2020 bersama dengan operator seluler, para operator tersebut menyatakan senantiasa memonitor perkembangan populasi perangkat yang mendukung LAA di sejumlah lokasi yang dipertimbangkan sebagai lokasi yang potensial untuk penggelaran LAA,” kata Ismail kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Group Head Corporate Communication PT XL Axiata Tbk. Tri Wahyuningsih mengatakan XL Axiata selalu terbuka untuk inovasi-inovasi terbaru, dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, termasuk LAA.

LAA memungkinkan pemanfaatan spektrum tidak berlisensi digabungkan dengan spektrum berlisensi LTE milik operator, sehingga menghasilkan kapasitas yang jauh lebih besar. XL Axiata telah melakukan uji coba teknologi  LAA pada akhir tahun 2015.

“Akan tetapi tentu saja, implementasi teknologi ini membutuhkan ekosistem agar dapat berkelanjutan. Diantara ekosistem yang dibutuhkan adalah ketersediaan perangkat di sisi pengguna, serta perangkat jaringan yang terjangkau oleh operator,” kata Ayu.

Sementara itu, VP Technology Relations & Communications Smartfren Munir Syahda Prabowo mengatakan LAA memanfaatkan band frekuensi 5GHz, yang saat ini telah digunakan untuk WiFi.

Agar layanan yang diberikan keduanya optimal dan tidak mengganggu perangkat lainnya, kata Munir, dibutuhkan sistem pintar yang mampu menjaga keberlangsungan operasional kedua teknologi – LAA dan WiFi – secara bersamaan.

“Smartfren sebagai perusahaan teknologi selalu mengikuti dan mengkaji teknologi terbaru yang ada, dalam hal ini Smartfren masih melakukan kajian teknis yang lebih mendalam,” kata Munir.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi 4g lte
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top