Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pakar Siber: Keamanan Data Kesehatan Pemerintah Sulit Dibobol

Keamanan data kesehatan masyarakat dinilai sudah terjamin melalui upaya yang dilakukan pemerintah untuk menangkal serangan siber.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  17:45 WIB
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah dinilai sudah memiliki peta jalan yang cukup baik dalam mengantisipasi keamanan data kesehatan masyarakat.

Pengamat keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan aplikasi PeduliLindungi memiliki kemampuan agar terjaga dari peretas yang ingin melakukan serangan siber.

“Data mereka tidak mudah terbuka dan tidak mudah diserang. Kalau bocor saya tidak melihat risiko terlalu tinggi kecuali mengandung data pribadi yang krusial seperti riwayat penyakit,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (12/1/2021).

Lebih lanjut, Alfons mengamini ada upaya serangan siber terhadap data distribusi vaksin. Menurutnya, pemerintah cukup menjaga data dengan melakukan pembaruan sistem operasi dan aplikasi sehingga sulit dieksploitasi.

“Jangan lupa backup [cadangkan] dengan pelindungan tambahan sehingga kebal dari ancaman serangan siber, seperti ransomware. Serangan siber yang perlu dikhawatirkan masih tetap ransomware yang berisiko mengganggu operasional rumah sakit dan lembaga kesehatan,” katanya.

Namun, dia mengatakan bahwa lain cerita jika peretas mampu mengubah data penerima vaksin yang ada di dalam pangkalan data pemerintah.

“Kecuali ada hacker jago yang mampu mengubah data penerima vaksin dan ini yang akan berakibat kekacauan. Ini yang kelihatannya menjadi perhatian dan fokus pemerintah saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini proteksi yang terbaik adalah menjaga data dari penyimpangan, sehingga tidak disalahgunakan untuk dijual ke pasar bebas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi serangan siber
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top