upGrad Mulai Kembangkan Sayap di Indonesia

Krizia Putri Kinanti
Jumat, 11 Desember 2020 | 07:56 WIB
Seorang siwa tengah mengerjakan tugas sekolah dari rumah di Bandung./Bisnis-Dea Andriyawan
Seorang siwa tengah mengerjakan tugas sekolah dari rumah di Bandung./Bisnis-Dea Andriyawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA --  Perusahaan teknologi pendidikan (EdTech) internasional, upGrad, mulai mengembangkan operasi ke Indonesia dengan komitmen untuk membangun sumber daya yang dibutuhkan oleh pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, yang mencapai nilai US$44 miliar pada 2020 atau meningkat empat kali lipat sejak 2015. Angka tersebut diperkirakan akan mencapai US$124 miliar pada tahun 2025.

Menyadari hal tersebut, upGrad melihat adanya potensi besar untuk bekerja sama dengan ekosistem yang sedang berkembang di Indonesia, yang mencakup berbagai universitas terkemuka, pakar industri, pendidik dan berbagai perusahaan, untuk mendukung langkah Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi internet tercepat dan terbesar di Asia Tenggara.

upGrad menyediakan program pendidikan tinggi daring (online) yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan memiliki tujuan untuk mendukung tenaga kerja di seluruh dunia dalam membangun karir mereka dengan menjadi mitra edukasi jangka panjang yang terpercaya.

Platform teknologi yang dimiliki upGrad memungkinkannya menyediakan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan, mencakup interaksi penuh dengan fakultas, pengajar, mentor dan sesama peserta didik atau mahasiswa dengan fleksibilitas waktu belajar sesuai dengan pilihan masing-masing.

Metode ini merupakan kombinasi dari pembelajaran melalui video, kelas langsung (live), kuis, serta kerja kelompok yang membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan interaktif.

Selain itu, akan disediakan pula layanan pengembangan karir yang dapat membantu mahasiswa memperoleh hasil dalam bentuk pekerjaan baru, promosi atau gaji yang lebih baik. Para pengajar upGrad menyampaikan materi (secara virtual) kepada peserta atau mahasiswa secara penuh selama masa pendidikan sehingga memungkinkan adanya proses orientasi yang lebih lancar, bimbingan dan pemberian motivasi yang terus menerus.

Hal ini telah membuat upGrad mencatat tingkat penyelesaian program (course completion rate) yang tinggi, yaitu sebesar 80 persen, yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri ini di tingkat global.

Ronnie Screwvala, Co-founder dan Executive Chairman upGrad mengatakan bahwa banyak manfaat dan perbedaan yang dimiliki upGrad dengan kuliah tatap muka biasa, “Adanya kemewahan waktu, kuliah peer-to-peer atau menghilangkan kesendirian, dan juga mengeliminasi commuting ke tempat kuliah yang tentu menghabiskan banyak waktu. Hal ini cocok bagi profesional yang sudah bekerja,” tuturnya kepada Bisnis, Kamis (10/12/2020).

Agar tetap relevan dengan dunia kerja yang bergerak cepat dan selalu berubah, sangatlah penting bagi para profesional untuk terus meningkatkan kemampuan diri mereka. Dengan memberikan pelatihan kepada para profesional dengan berbagai keahlian yang terspesialisasi serta sesuai kebutuhan, upGrad melengkapi berbagai pengalaman yang saat ini dimiliki oleh para profesional dari universitas mereka masing-masing.

Selain itu, upGrad juga memberikan return of investment (ROI) pendidikan melalui transisi dan akselerasi karir, sambil membangun kepercayaan diri dengan memungkinkan para lulusan untuk meningkatkan jenjang karir secara lebih cepat. Selama bertahun-tahun beroperasi, upGrad telah menemukan pola bahwa para peserta didik akan dapat mengembalikan biaya pendidikan mereka dalam jangka waktu 12 hingga 24 bulan setelah menyelesaikan program pendidikan.

 “Dalam kurun waktu lima tahun, upGrad telah menjangkau hampir satu juta orang secara global dan akan terus bertambah. Selanjutnya, kami berkomitmen untuk menghadirkan platform teknologi kelas dunia ke Indonesia dan bersama-sama menciptakan program khusus untuk Indonesia yang melibatkan talenta lokal, mitra universitas, perusahaan-perusahaan, pakar industri, dan mentor pendidikan dari Indonesia,” tambah Screwvala.

upGrad berupaya menjembatani kesenjangan keterampilan antara pencari kerja dan kebutuhan yang ada di dunia kerja yang saat ini seringkali menjadi kendala. Program-program pendidikan upGrad dibuat agar sesuai dengan industri melalui sinergi dari para akademisi, para pemimpin industri seperti Facebook, Google, Microsoft, Amazon, Walmart, dan lainnya, serta memfasilitasi pembelajaran peer to peer di masing-masing angkatan dimana mulai dari mahasiswa baru hingga profesional PhD berkolaborasi dan belajar bersama.

upGrad akan mengembangkan materi yng disesuaikan dengan kebutuhan lokal, menggandeng akademisi dan ahli-ahli industri dari berbagai universitas dan perusahaan terkemuka di Indonesia maupun global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper