Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LinkAja Diklaim Diminati Investor, Bisa Raih Dana Rp847,8 Miliar

LinkAja diklaim banyak diminati investor karena terdapat dua faktor utama dengan perkiraan dana yang diterima bisa mencapai US$60 juta atau setara dengan Rp847,8 miliar.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 26 November 2020  |  09:50 WIB
Sales Promotion Girl (SPG) menunjukkan aplikasi LinkAja di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Sales Promotion Girl (SPG) menunjukkan aplikasi LinkAja di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengklaim bahwa banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di LinkAja. Adapun, diperkirakan LinkAja akan mendapat sekitar US$60 juta atau setara dengan Rp847,8 miliar pada seri pendanaan nanti.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan investor sangat antusias untuk berinvestasi di LinkAja.

Dia menilai terdapat dua faktor yang membuat investor ingin berinvestasi di LinkAja. Pertama, untuk membuka ekosistem agar bisa masuk ke ekosistem BUMN. Kedua, modernisasi perusahaan modal ventura BUMN –MDI Ventures, BRI Ventures dan Mandiri Capital Indonesia – menjadi sebuah perusahaan yang lebih ‘muda’ dan dikelola oleh profesional.

“Masuk ke ekosistem BUMN kan tidak mudah, kalau bekerja sama dengan ekosistem BUMN maka otomatis akan masuk ke ekosistem BUMN seperti transportasi, logistik, pembayaran bantuan sosial dan lain sebagainya,” kata Kartika dalam acara Money Talks, Rabu (25/11/2020).

Adapun mengenai target nilai pendanaan yang coba dihimpun dari para investor, Kartika mengaku belum mengetahui secara pasti, tetapi diperkirakan sekitar US$50 juta – US$60 juta.

“Setahu saya yang di Seri ini kami targetkan sekitar US$50 juta – US$60 juta,” kata Kartika.

Sekadar catatan, pada awal November 2020, LinkAja mendapatkan suntikan dana senilai US$100 juta, yang dipimpin oleh Grab, bersama dengan Telkomsel, BRI Ventura Investama, dan Mandiri Capital Indonesia. Pendanaan Seri B yang berhasil diperoleh tersebut digunakan untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis.

LinkAja hadir di Indonesia pada 30 Juni 2019. LinkAja merupakan uang elektronik hasil sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Saat ini LinkAja telah memiliki lebih dari 58 juta pengguna terdaftar, dengan lebih dari 80 persen penggunanya berasal dari kota-kota tier 2 dan 3 di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi BUMN StartUp LinkAja
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top