Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Snapchat Luncurkan Spotlight, Fitur Terbaru Mirip TikTok

Snapchat memikat orang agar memposting foto secara teratur. Perusahaan akan membagi US$1 juta ke pembuat konten paling populer.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 24 November 2020  |  08:43 WIB
Sebanyak 37% responden menggunakan Snapchat untuk berinteraksi dengan teman dekat mereka, 71% di antaranya mengatakan bahwa Snap yang unik memperkuat persahabatan mereka.  - Bisnis.com
Sebanyak 37% responden menggunakan Snapchat untuk berinteraksi dengan teman dekat mereka, 71% di antaranya mengatakan bahwa Snap yang unik memperkuat persahabatan mereka. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Snapchat secara resmi mengumumkan fitur terbarunya yang disebut Spotlight yang akan menampilkan konten video pendek dari pengguna.

Sudah barang tentu diluncurkannya fitur ini merupakan upaya Snapchat untuk melawan dominasi TikTok. Video yang diunggah melalui Spotlight akan berfokus pada meme dan konten guyonan alih-alih konten sehari-hari yang sebelumnya didorong oleh Snap.

Melansir The Verge pada Selasa (24/11/2020), untuk memikat orang agar memposting foto secara teratur, perusahaan mengatakan akan membagi US$1 juta antara pembuat konten paling populer di aplikasi per hari hingga akhir tahun 2020.

Hal tersebut berarti jika seseorang memiliki video yang sangat viral, mereka mungkin mendapat bagian besar dari US$1 juta itu. Tidak masalah apakah orang itu memiliki pelanggan dalam jumlah besar; jumlah yang diterima orang terutama didasarkan pada tampilan unik dibandingkan dengan foto lain pada hari itu.

Pengguna dapat terus memperoleh penghasilan dari video mereka jika video itu populer selama beberapa hari dalam satu waktu.

Spotlight, yang akan memiliki tab khusus di aplikasi, diluncurkan di 11 negara, termasuk AS, Inggris, Prancis, Jerman, dan Australia. Video yang akan Anda lihat di bagian ini bisa berdurasi hingga 60 detik dan, untuk saat ini, tidak dapat diberi watermark.

Walaupun demikian, Anda pengunggah konten tak perlu khawatir karena orang tidak dapat begitu saja mengunduh konten viral mereka untuk diunggah kembali di Spotlight atau platform serupa lainnya.

Setelah Anda memanfaatkan Spotlight, Anda akan melihat snap diprogram sesuai dengan apa yang menurut algoritma Snapchat yang Anda sukai. Keputusan ini sebagian besar didasarkan pada apa yang telah Anda lihat di masa lalu dan berapa lama Anda telah menonton.

Meskipun formatnya tidak asing bagi siapa pun yang pernah menonton TikTok, Snap mengatakan bahwa itu membuat keputusan khusus berdasarkan basis penggunanya. Pertama, foto Spotlight tidak akan menampilkan bagian komentar publik, dan profil itu sendiri secara default bersifat pribadi, sehingga Snapchatter dapat tetap mengunci akun mereka sambil tetap memposting konten.

Bagian Spotlight telah diisyaratkan selama berbulan-bulan, mengingat Snapchat mengumumkan musik dalam sekejap pada bulan Agustus. Namun, aplikasi tersebut tidak memiliki umpan untuk foto-foto ini sampai sekarang.

Perusahaan telah mengizinkan pengguna untuk mengirimkan foto mereka sebagai bagian dari lokasi yang dapat dikunjungi oleh siapa saja untuk mengetahui apa yang terjadi di tempat tertentu kapan saja. Mereka muncul di Snap Map. Tapi tidak seperti fitur itu, yang lebih bersifat dokumenter, Spotlight dirancang khusus untuk format video viral.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aplikasi TikTok
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top