Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kebutuhan Belajar Online, Laptop Kelas Menengah Bakal Laris

Pemerhati gawai menilai laptop kelas menengah bakal lebih laris dibandingkan dengan kelas atas karena ditunjang kebutuhan belajar online.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 17 November 2020  |  07:05 WIB
Siswa Sekolah Dasar didampingi orang tua melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring pada hari pertama tahun ajaran baru 2020-2021 di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (13/7/2020). ANTARA FOTO - Feny Selly
Siswa Sekolah Dasar didampingi orang tua melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring pada hari pertama tahun ajaran baru 2020-2021 di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (13/7/2020). ANTARA FOTO - Feny Selly

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan laptop kelas menengah (middle end) di Indonesia dinilai akan lebih baik, dibandingkan segmen kelas atas (high end) pada kuartal III/2020.

Pemerhati gawai dan pendiri komunitas Gadtorade Lucky Sebastian mengatakan bahwa permintaan PC akan terus meningkat, dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengguna untuk menunjang produktivitas mereka selama masa pandemi Covid-19, seperti belajar online di rumah (e-learning) hingga bermain gim.

“Penurunan daya beli [resesi] juga membuat masyarakat menurunkan bujetnya untuk keperluan laptop, yang berkisar di harga Rp5-7 juta, atau mengambil tipe yang lebih lama, karena laptop juga sekarang banyak kategori harganya,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (16/11/2020).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa penjualan akan kembali menguat pada kuartal IV/2020, hal ini karena menjelang akhir tahun, selama tidak terjadi lonjakan nilai tukar dan kelangkaan barang, harga laptop cenderung turun, karena akan segera tergantikan dengan laptop tipe baru di tahun berikutnya.

“Dengan ini maka para produsen biasanya akan membuat promo akhir tahun untuk menghabiskan stok dengan harga laptop yang lebih menarik. Jadi akhir tahun dengan turunnya bonus atau gaji ke-13, bisa jadi akan digunakan untuk membeli perangkat elektronik baru termasuk laptop ini,” katanya.

Adapun, dia memahami bahwa saat ini salah satu tantangan adalah daya beli masyarakat yang menurun selaras dengan resesi yang terjadi di Tanah Air.

Namun, Lucky melihat bahwa kebutuhan akan internet telah menjadi urgensi dan diversifikasi pekerjaan juga telah hadir, sehingga perangkat laptop tetap akan dicari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gadget laptop pembelajaran online
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top