Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Astronom : Alien Mungkin Telah Memantau Bumi

Lisa Kaltenegger, seorang profesor dan direktur Institut Carl Sagan Universitas Cornell, dan Joshua Pepper, profesor fisika di Universitas Lehigh di Pennsylvania, telah mengidentifikasi 1.004 bintang dekat bumi yang mirip dengan Matahari kita
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  14:54 WIB
SETI - universetoday.com
SETI - universetoday.com

Bisnis.com, JAKARTA - Astronom di AS menyatakan jika manusia di bumi dapat melihat dunia di luar planet, maka kemungkinan besar alien juga bisa melakukan hal yang sama.

Lisa Kaltenegger, seorang profesor dan direktur Institut Carl Sagan Universitas Cornell, dan Joshua Pepper, profesor fisika di Universitas Lehigh di Pennsylvania, telah mengidentifikasi 1.004 bintang dekat bumi yang mirip dengan Matahari kita.

Bintang-bintang ini mungkin menjadi orbit oleh planet-planet mirip Bumi, yang juga layak huni di mana kondisinya sudah matang untuk keberadaan air di permukaan.

Semua bintang ini ditemukan dalam jarak 300 tahun cahaya dari Bumi, artinya mereka cukup dekat bagi kita untuk memindai planet potensial mereka untuk biosignatures.

Planet-planet dalam katalog ini juga akan memiliki garis pandang langsung ke Bumi, yang menyiratkan bahwa alien juga dapat memindai dunia kita untuk mencari tanda-tanda kehidupan.

"Mari kita membalikkan sudut pandang ke bintang lain dan bertanya dari sudut pandang mana pengamat lain dapat menemukan Bumi sebagai planet yang transit." ujar Profesor Kaltenegger dilansir dari Express.

Jika pengamat di luar sana mencari, mereka akan dapat melihat tanda-tanda biosfer di atmosfer titik biru pucat ini jelas Kaltenegger penulis utama makalah ini.

Para astronom mempublikasikan penemuan ini pada 20 Oktober di Monthly Notices of The Royal Astronomical Society.

Beberapa dekade ke belakang para astronom telah menemukan eksoplanet mengorbit di bintangnya menggunakan formula yang sederhana yaitu dengan cara memperhatikan bintang-bintang dan menunggu ketika cahaya bintang tersebut redup sementara.

Meredupnya cahaya bintang ini adalah tanda bahwa ada planet yang melintasi antara bintang dan teleskop.

Menganalisa bagaimana cahaya berubah beriringan dengan redupnya bintang bisa mengungkapkan kandungan kimiawi atmosfer planet.

Namun metode ini hanya bekerja ketika planet mengorbit antara bintangnya dan Bumi. Metode pengamatan eksoplanet dengan cara ini disebut metode transit.

"Hanya sebagian kecil eksoplanet yang kebetulan sejajar secara acak dengan garis pandang kita sehingga kita dapat melihatnya transit. Namun semua seribu bintang yang kami identifikasi di makalah kami di lingkungan matahari dapat melihat Bumi kita bertransmisi ke matahari, menarik perhatian mereka," ungkap Kaltenegger dalam makalah.

Hingga saat ini para astronom telah menemukan 4.292 planet dan mengorbit di 3.185 bintang, sebagian besar terdeteksi menggunakan Satelit Survei Transisi Eksoplanet (TESS) milik NASA.

Untuk mempelajari planet ini lebih rinci, James Webb Space Telescope (JWST) yang dijadwalkan akan diluncurkan pada beberapa dekade ini, harus memiliki ketepatan yang bisa mendeteksi gas seperti metana atau oksigen di atmosfernya. Kandungan gas tersebut kemungkinan besar merupakan tanda-tanda kehidupan.

Jika alien memiliki JWST yang berada pada jarak 326 tahun cahaya peneliti menemukan ada 1004 titik yang menguntungkan untuk melihat Bumi.

Dari jumlah tersebut 508 memiliki sudut pandang yang akan memberi mereka setidaknya 10 jam data pengamatan setiap kali Bumi melewati antara lokasi pengamatan dan Matahari dimana kondisi ideal untuk melihat planet berbatu kecil ini serta mengamati tanda-tanda kehidupan di atmosfernya.

Pada makalah ini diungkapkan 95 persen dari 1.004 bintang termasuk dalam kategori bintang yang dapat menopang kehidupan selama miliaran tahun, yang menurut pengalaman Bumi cukup lama bagi kehidupan cerdas untuk berkembang dengan asumsi kondisi yang tepat.

Jarak terjauh observasi matahari ini adalah 326 tahun cahaya, tetapi bintang terdekat yang ada di daftar hanya berjarak 28 tahun cahaya. Kemudian beberapa bintang lain yang berada di jalur yang tepat untuk memasuki zona di mana mereka mungkin melihat Bumi dalam beberapa abad. Beberapa cukup terang di langit untuk dilihat dari bumi.

Dua bintang dalam daftar itu diketahui memiliki eksoplanet. Dan katai merah yang hanya berjarak 12 tahun cahaya dari Bumi dengan eksoplanet yang diketahui dikenal sebagai bintang Teegarden saat ini tidak memiliki sudut pandang yang tepat untuk melihat Bumi, tetapi dengan kecepatan pergerakannya saat ini akan memasuki zona bercak Bumi pada tahun 2044.

Peneliti mengungkapkan langkah selanjutnya adalah memfokuskan operasi pencarian kehidupan yang cerdas pada 1.004 bintang yang diidentifikasi dalam makalah ini. Mereka secara khusus menyebutkan program Dengarkan Program Terobosan Organisasi Pencarian Kehidupan Ekstraterestrial atau SETI yang dirancang untuk mendeteksi komunikasi dari peradaban alien yang maju.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

astronomi alien
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top