Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi SIM Swap dengan Autentikasi Biometrik, Efektifkah?

Pemerintah berencana mengimplementasi autentikasi biometrik menjaga keamanan data masyarakat saat melakukan registrasi kartu Subscriber Identity Module (SIM)
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  07:27 WIB
Ilustrasi SIM Card - Reuters
Ilustrasi SIM Card - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pengamat meragukan langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menjaga keamanan data masyarakat saat melakukan registrasi kartu Subscriber Identity Module (SIM) dengan strategi autentikasi biometrik.

Pemerintah melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sedang menyempurnakan regulasi mengenai autentikasi biometrik.

Nantinya setelah pengguna memasukkan data-data yang diperlukan, operator seluler akan melakukan validasi data calon pelanggan (NIK dan nomor KK) ke Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri.

Pengamat keamanan siber dari Vaksin.com Alfons Tanujaya menilai bila strategi tersebut bisa dijalankan dengan baik dan benar akan sangat bermanfaat. Tetapi, dia masih meragukan kemampuan pemerintah melihat beberapa kasus kebocoran data Dukcapil yang pernah terjadi.

“Jadi, sebaiknya dibereskan dulu pengamanan data dukcapil dan kalau sudah sempurna baru menerapkan pengamanan biometrik. Pasalnya, secanggih apapun metode yang digunakan, kalau pengelolaan datanya tidak baik, percuma dan rentan disalahgunakan,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (22/10/2020)

Lebih lanjut, dia menjelaskan jika data biometrik sudah terkumpul dengan baik, tetapi tidak diamankan oleh Dukcapil akan menimbulkan masalah baru yang lebih berbahaya.

“Seperti semua data biometrik yang tersimpan dienkripsi dan tidak bisa diakses sembarangan oleh pihak yang tidak berhak. Maka, malah ini akan menjadi masalah yang lebih besar jika data biometrik tersebut bocor,” katanya.

Dia pun mengatakan bahwa untuk mengamankan kartu SIM card, pemerintah tidak perlu memakai metode yang rumit seperti biometrik.

Menurutnya, pemerintah cukup memberikan instruksi agar semua operator diwajibkan mengaktifkan mobile carrier PIN.

“Selesai masalahnya. Tidak perlu biaya tinggi dan menunggu Dukcapil siap. Jadi, setiap pemilik SIM card diminta mengaktifkan PIN seperti PIN ATM yang hanya diketahuinya dan harus dimasukkan setiap kali ganti SIM,” ujarnya.

Alfons mengatakan bahwa biometrik memang diperlukan, tetapi langkah tersebut merupakan strategi jangka panjang sehingga Kominfo bisa melakukan strategi jangka pendek terlebih dahulu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kominfo keamanan data sim card
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top