Hadapi Pandemi Covid -19, Perusahaan Rintisan Dorong Inovasi

Leo Dwi Jatmiko
Rabu, 21 Oktober 2020 | 07:35 WIB
Ilustrasi startup/
Ilustrasi startup/
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 memberi dampak signifikan bagi sejumlah perusahan rintisan. Inovasi produk dan pengembangan kanal digital ditempuh agar perusahaan tetap dapat hidup di tengah pandemi.   

President Traveloka Group Operations Henry Hendrawan mengatakan pandemi Covid-19 memberi dampak besar bagi bisnis perseroan, seiring dengan pembatasan aktivitas penerbangan dan hotel.

Traveloka mencatat penurunan pendapatan yang sangat tajam. Bahkan, pada Mei 2020 terdapat sekitar 150.000 permintaaan pengembalian uang (refund) dari penjualan tiket penerbangan.   

Dalam menghadapi kondisi tersebut, kata Henry, perseroan berupaya memotong biaya pemasaran. Selain itu, Traveloka memfokuskan dana yang ada pada peningkatan layanan kepada pelanggan.

“Kami juga terus bekerja keras dan berinovasi, sehingga selama pandemi terdapat sejumlah produk yang kami dapat perkenalkan,” kata Henry dalam konfrensi virtual Tech In Asia, Selasa (20/10/2020).

Meski mengalami tekanan, pada Juli 2020, Traveloka tetap berhasil memperoleh pendanaan sekitar US$250 juta. Traveloka menggunakan dana tersebut untuk memperkuat kembali bisnis Traveloka yang sempat terpukul oleh pandemi Covid-19.

Sementara itu, Co-founder & President Sociolla, Christopher Madiam mengatakan bahwa Sociolla juga merasakan dampak dari pandemi. Hanya saja tidak terlalu besar seperti Traveloka.

Pandemi membuat kios-kios fisik Sociolla tutup. Aktivitas masyarakat yang jarang keluar rumah juga membuat transaksi penjualan perangkat kosmetik dan kecantikan Sociolla menurun hingga 18 persen.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Sociolla menggenjot pemasaran melalui kanal digital. Sociolla memperkuat sistem dan teknologi digital hingga mampu memasarkan produk sampai ke Vietnam.

Christopher mengungkapkan saat ini bisnis Sociolla mulai membaik. Selain karena pemanfaatan kanal digital, adaptasi masyarakat dengan kebiasaan baru juga membuat transaksi kosmetik di Sociolla kembali pulih.

Masyarakat mulai terbiasa dengan konferensi virtual dan mulai memperhatikan kembali penampilannya di depan layar gawai.

 “Pada momen seperti ini kita harus  survive, identifikasi peluang untuk tumbuh dan membangun fundamental bisnis,” kata  Christopher.

Pada Juli 2020, Sociolla berhasil mendapat pendanaan sebesar US$58 juta dari investor global, Temasek, Pavilion Capital dan Jungle Ventures.

Ceo Waresix Andre Susanto mengatakan sebagai perusahaan yang fokus dalam bidang logistik, perseroan lebih selektif dalam menjalin kerja sama selama pandemi.

Waresix fokus pada sektor yang tidak terdampak oleh Covid-19 atau justru diuntungkan dengan adanya Covid-19 seperti sektor farmasi.  

“Kami memiliki sektor yang tepat dan fokus mengembangkan di sektor utama tersebut,” kata Andre.  

Pada September 2020, Waresix memperoleh pendanaan Seri B, dengan total pendanaan yang telah dihimpun mencapai sekitar US$100 juta (Rp1,48 triliun).

Pendanaan tersebut diraih dari investor existing seperti EV Growth dan Jungle Venture serta dari investor baru seperti SoftBank Ventures Asia, grup EMTEK, Pavilion Capital, dan Redbadge Pacific.

Waresix adalah platform teknologi untuk logistik di segmen truk logistik (trucking) dan pergudangan. Waresix memberikan tingkat utilitas truk 50 persen lebih tinggi dari sistem pengiriman tradisional.

Beberapa perusahaan pengguna layanan Waresix adalah Unilever, Indofood, Siam Cement Group, Wings, dan JD.ID

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper