Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kehidupan di Venus Pertama Kali Terdeteksi 42 Tahun Lalu

Beberapa minggu ini ketertarikan terhadap kehidupan di Venus telah diperbarui setelah para ilmuwan menemukan jejak fosfin (gas beracun yang telah lama diusulkan sebagai tanda kemungkinan kehidupan mikroba) di bagian atas atmosfer tebal planet itu, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  13:32 WIB
Planet Venus
Planet Venus

Bisnis.com, JAKARTA – Jika di Venus ada kehidupan, NASA mungkin telah mendeteksinya 42 tahun yang lalu.

Dikutip dari express.co.uk pada Senin (19/10/2020), beberapa minggu ini ketertarikan terhadap kehidupan di Venus telah diperbarui setelah para ilmuwan menemukan jejak fosfin (gas beracun yang telah lama diusulkan sebagai tanda kemungkinan kehidupan mikroba) di bagian atas atmosfer tebal planet itu, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy.

Itu adalah momen penting dalam perburuan kehidupan di tempat lain, sebuah proyek yang sebagian besar difokuskan di Mars dan beberapa bulan terpilih yang mengorbit Jupiter dan Saturnus.

Venus sebagai tempat alien hidup disimpulkan 0 persen karena merupakan tempat panas dan beracun.

Namun dengan kait penemuan baru ini ahli biokimia Dr. Rakesh Mogul memutuskan untuk menyelidiki arsip dokumen NASA.

Dia mengklaim telah menemukan bukti melalui arsip NASA yang menunjukkan bahwa para peneliti pada tahun 1978 juga mendeteksi jejak fosfin di Venus.

Angka 1978 berasal dari Large Probe Neutral Mass Spectrometer (LNMS), salah satu dari beberapa instrumen yang turun ke atmosfer Venus sebagai bagian dari misi Pionir 13.

Ditangguhkan dari parasut, Pionir 13 menjatuhkan satelit besar ke awan Venus. Data kemudian dikumpulkan dan dipancarkan kembali ke Bumi saat pesawat itu jatuh hingga mati.

Sampel ditempatkan melalui spektrometri massa yang merupakan teknik laboratorium standar yang digunakan untuk mengidentifikasi bahan kimia yang tidak diketahui.

Pada saat itu, para peneliti berfokus pada bahan kimia lain yang ditemukan dalam sampel, menutupi senyawa berbasis fosfor seperti fosfin.

Ketika tim Dr. Mogul memeriksa kembali data LNMS, mereka menemukan sinyal yang menyerupai fosfin dan senyawa berbasis fosfor lainnya.

"Saya percaya bahwa jejak bahan kimia yang bisa menjadi tanda kehidupan dalam data warisan agak diabaikan karena dianggap tidak mungkin ada di atmosfer. Saya pikir saat ini banyak orang akan meninjau kembali gagasan Venus sebagai lingkungan pengoksidasi penuh," ungkap Dr. Mogul.

Dr. Mogul dan koleganya juga menemukan petunjuk bahan kimia lain yang seharusnya tidak muncul secara alami di awan Venus, zat seperti klorin, oksigen, dan hidrogen peroksida.

Menurutnya ini adalah indikasi bahan kimia yang belum ditemukan dan atau bahan kimia yang berpotensi menguntungkan bagi kehidupan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

planet tata surya
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top