Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Temuan Fosil Monyet Tertua di China yang Berjuang Lawan Perubahan Iklim, Ini Penampakannya

Ilmuwan menemukan fosil monyet salah satunya diperkirakan rahang bawah, tulang paha, dan kalkaneus kiri, atau tulang tumit.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  12:43 WIB
Monyet - Antara
Monyet - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Para ilmuwan menemukan tiga fosil monyet di bekas tambang lignit di Provinsi Yunan, China. Berjenis mesopithecus pentelicus mereka yakin itu adalah fosil monyet tertua yang pernah ditemukan di luar Afrika, yang berevolusi untuk bertahan dari perubahan iklim.

Profesor Antropologi di Penn State, Nina G. Jablonski, mengatakan itu adalah nenek moyang dari banyak monyet yang hidup di Asia Timur. “Salah satu hal yang menarik dari perspektif paleontologi adalah bahwa monyet ini hidup di tempat dan waktu yang sama dengan kera purba di Asia,” ujarnya seperti dilansir dari Express UK, Rabu (14/10/2020),

Jablonski menjelaskan mesopithecus pentelicus diperkirakan telah pindah dari Eropa Timur selama akhir era Miosen atau periode perubahan lingkungan yang dramatis. "Ini adalah kasus yang menarik dalam evolusi primata karena membuktikan nilai keserbagunaan dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan yang beragam dan berubah," tuturnya,

Dari tiga fosil yang ditemukan, salah satunya diperkirakan rahang bawah, bagian lainnya adalah tulang paha, atau tulang kaki bagian atas. Namun, salah satu temuan terpenting adalah kalkaneus kiri, atau tulang tumit.

temuan fosil monyet lawan perubahan lingkungan

Para peneliti mengatakan tulang ini memberikan wawasan kunci tentang bagaimana monyet akan bergerak dan menempuh jarak yang sangat jauh. Jablonski menyebut arti penting dari kalkaneus adalah menunjukkan bahwa monyet telah beradaptasi dengan baik untuk bergerak dengan gesit dan kuat baik di tanah maupun di pepohonan.

“Keserbagunaan alat gerak ini tidak diragukan lagi berkontribusi pada keberhasilan spesies ini dalam menyebar melintasi koridor hutan dari Eropa ke Asia," tegasnya.

Laporan tersebut menambahkan bahwa kaki dan tulang rahang kemungkinan berasal dari seekor betina. Studi tentang gigi monyet menunjukkan pola makan tumbuhan, buah-buahan dan bunga. Ini berbeda dengan pola makan kera yang kebanyakan berbasis buah.

fosil monyet berjuang lawan perubahan iklim

Meskipun mesopithecus pentelicus sekarang telah punah, spesies tersebut dapat melakukan perjalanan jarak jauh, beberapa ditemukan di Yunani. Spesies ini diperkirakan ada antara lima juta dan tujuh juta tahun yang lalu, dan merupakan contoh dari 'monyet Dunia Lama'.

Bagian dari kelangsungan hidup spesies mungkin karena kemampuan monyet untuk mencerna hal-hal seperti daun dan biji. Mereka juga tidak perlu terlalu khawatir tentang air karena proses pencernaan mereka memungkinkan mereka mendapatkan air dari tumbuh-tumbuhan.

Jablonski menambahkan monyet-monyet ini sama dengan yang ditemukan di Yunani selama periode waktu yang sama, Mereka kemungkinan menyebar dari suatu pusat di suatu tempat di Eropa tengah dan melakukannya dengan cukup cepat. “Itu sangat mengesankan ketika Anda memikirkan berapa lama waktu yang dibutuhkan seekor hewan untuk menyebar puluhan ribu kilometer melalui hutan dan hutan," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ilmuwan muda monyet
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top