Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Apa Sih Alasan Telkom (TLKM) Ngebet Investasi di Gojek?

Isu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. ingin melakukan investasi di Gojek kembali menguat, beragam opini soal dugaan alasan ketertarikan juga muncul.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  03:00 WIB
Taksi Online - Antara / Galih Pradipta
Taksi Online - Antara / Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA – Data agregat atau big data analytic disinyalir menjadi alasan kuat PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. tertarik untuk investasi di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek).

Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Muhammad Ridwan Effendi menilai salah satu alasan Telkom ingin investasi di Gojek karena sistem data agregat yang dimiliki oleh startup yang kini menyandang status decacorn itu.

Ridwan menuturkan bahwa Telkom sebelumnya sempat berusaha untuk mengembangkan data agregat melalui Blanja.com, sayangnya rencana tersebut tidak nampak hasilnya hingga Blanja.com berhenti beroperasi.

“Saya menduga Telkom tertarik dengan big data dari pasar yang dimiliki Gojek,” kata Ridwan kepada Bisnis.com, Senin (12/10/2020).

Ridwan berpendapat seadainya rencana investasi Telkom ke Gojek berjalan mulus, maka kedua belah pihak dapat tumbuh bersama dengan mengolah big data yang dimiliki masing-masing perusahaan.

Telkom memiliki sistem pembuatan profil atau profiling yang lengkap mengenai kebiasaan masyarakat Indonesia dalam berkomunikasi. Adapun, Gojek kuat dalam hal profiling gaya hidup.

Kolaborasi keduanya akan membuat Telkom memahami karakter masyarakat tidak hanya dari kebiasaan komunikasi mereka, namun juga kebiasaan masyarakat dalam berbelanja dan memesan makanan. Dengan menguasi data tersebut maka Telkom dapat mengeluarkan produk yang lebih variatif.

“Saat ini waktunya bagi Telkom untuk masuk ke industri digital dan memperkuat portfolio digitalnya,” kata Ridwan.

Ridwan juga berpendapat bahwa kolaborasi keduanya dapat menjadi contoh bagaimana operator telekomunikasi dan penyelenggara over the top (OTT) bekerja sama saling menguntungkan. Operator telekomunikasi tidak hanya sebagai pemilik infrastruktur yang dimanfaatkan oleh OTT, melainkan dapat memetik manfaat yang lebih besar.

Telkom dikabarkan akan berinvestasi ke Gojek melalui anak usahanya yaitu Telkomsel. Kepada Bisnis.com, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro belum dapat bercerita mengenai perkembangan rencana tersebut.

Setyanto hanya mengatakan bahwa Telkomsel dalam mengembangkan layanan dan produk yang customer-centric, akan terus berusaha untuk mencari peluang pengembangan usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi telkom Gojek
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top