Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siaran Analog Disetop 2 Tahun Lagi, Ini Respons TV Swasta

Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) mulai mempersiapkan diri seiring dengan penghentian siaran analoh selama 2 tahun sejak pengesahan UU Ciptaker.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 29 September 2020  |  14:36 WIB
Ilustrasi tv digital -  Dok. Bisnis.com
Ilustrasi tv digital - Dok. Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Anggota Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) akan mempersiapkan diri untuk segera beralih ke digital, seiring dengan penatapan pemberhentian siaran analog (analog switch off/ASO) dalam Rancangan Undang-Undangan Cipta Kerja (RUU Ciptaker).

Ketua Umum ATVSI Syafril Nasution mengatakan industri penyiaran free to air (FTA) bakal mempersiapkan diri untuk beralih ke digital, seiring dengan ditetapkannya persiapan ASO selama 2 tahun terhitung sejak diberlakukannya RUU Ciptaker. Implementasi ASO secara nasional akan menjadi tantangan bagi perusahaan FTA untuk mempersiapkan diri dari segala sisi, termasuk investasi.

“Artinya beberapa hal yang harus kami lakukan investasi dan segala macam harus selesai dalam 2 tahun ini,” kata Syafril kepada Bisnis.com, Selasa (29/9/2020).

Dia berpendapat dengan waktu singkat yang dimiliki, anggota ATVSI akan mulai ancang-ancang mempersiapkan infrastruktur untuk beralih ke digital. Persiapan tersebut dilakukan meski kondisi perekonomian di Tanah Air tidak stabil akibat pandemi Covid-19.

“Dengan kondisi seperti saat ini apakah nanti mereka [anggota] mencari pemasukan untuk menghidupkan atau membiayai biaya yang diperlukan untuk perubahan ini,” kata Syafril.

Sebelumnya, ATVSI meminta pemerintah menimbang matang-matang mengenai rencana pemberhentian siaran analog (analog switch off/ASO) di tengah pandemi Covid-19. Terlebih, untuk menggelar siara digital dibutuhkan investasi yang besar, khususnya untuk pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan dan pedalaman.

ATVSI menilai saat ini baru ada 12 propinsi yang secara infrastruktur digital sudah siap, sedangkan 22 provinsi sisanya belum memiliki konsep yang jelas.

Adapun, untuk pembangunan infrastruktur di 22 provinsi diperkirakan akan memakan waktu 1-1,5 tahun, dengan kemungkinan lebih lama lagi dengan melihat kondisi ekonomi Indonesia yang menuju resesi akibat pandemi dan turunnya daya beli masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi televisi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top