Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Lastmile Bakti Sedot Investasi hingga Rp21 triliun

Proyek yang diperkirakan bakal menghabiskan dana sekitar Rp21 triliun tersebut, bertujuan untuk melengkapi jaringan yang sudah dibangun operator seluler, dengan membangun infrastruktur telekomunikasi di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 06 September 2020  |  10:35 WIB
Sejumlah anak sedang mengakses situs melalui jaringan internet. - Antara
Sejumlah anak sedang mengakses situs melalui jaringan internet. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) berencana menggelar lelang pembangunan infrastruktur telekomunikasi last mile di 7.904 desa, pada Oktober 2020.

Proyek yang diperkirakan bakal menghabiskan dana sekitar Rp21 triliun tersebut, bertujuan untuk melengkapi jaringan yang sudah dibangun operator seluler, dengan membangun infrastruktur telekomunikasi di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) yang secara komersial kurang layak.

Direktur Utama Bakti, Anang Latif mengatakan bahwa Bakti berusaha untuk memfasilitasi terbangunnya jaringan akses (last mile) dalam penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler.

Aktivitas Bakti di 7.904 desa tersebut, kata Anang, tidak masuk ke dalam ranah penyelenggaraan seluler secara utuh seperti memberikan layanan dan tarif.

Bakti hanya membantu melengkapi infrastruktur telekomunikasi agar akses telekomunikasi dapat hadir khususnya di daerah yang operator tidak masuk dengan alasan komersial.

“[Perkiraan] Capex sekitar Rp21 triliun, Sumber dari APBN dan PNBP Non-USO,” kata Anang kepada Bisnis, Jumat (4/9/2020).

Dalam skema pengadaan, Bakti akan akan melakukan turnkey project, yaitu pembayaran oleh developer atau pemilik proyek terhadap kontraktor sebagai pelaksana pada saat pekerjaan telah selesai seluruhnya atau pada saat proyek serah terima dari pelaksana ke pemilik.

Bakti juga akan melakukan paketisasi pengadaan yang kemudian dilakukan lelang kepada penyedia infrastruktur untuk setiap paketnya bersamaan dengan penetapan operator seluler di paket-paket tersebut.

Setelah lelang digelar, selanjutnya pembangunan jaringan pengalur (backhaul) dan jaringan akses akan dilakukan oleh penyedia infrastruktur. Infastruktur yang telah terbangun akan dimanfaatkan oleh operator seluler. Infrastruktur tersebut juga akan tercatat sebagai aset negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jaringan internet palapa ring bakti
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top