Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Alasan Amazon Rekrut 7.000 Pekerja Baru Tahun Ini

Amazon berencana merekrut sebanyak 7.000 pekerja baru pada tahun ini untuk menghadapi lonjakan permintaan belanja daring.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 04 September 2020  |  10:26 WIB
Ilustrasi Amazon. - Antara/Reuters
Ilustrasi Amazon. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Amazon.com Inc. berencana merekrut 7.000 pekerja tambahan sebagai karyawan tetap di Britania Raya pada tahun ini. Hal tersebut meningkatkan total tenaga kerja hingga lebih dari 40.000 orang untuk menghadapi lonjakan permintaan belanja daring.

Berdasarkan laman Bloomberg yang dilansir, Jumat (4/9/2020), raksasa lokapasar AS tersebut telah menambah 3.000 pekerja.

Adapun beberapa sektor yang diperkuat antara lain, pada bagian pemenuhan pasokan di Inggris, pusat penyortiran dan stasiun pengiriman, dan peran tambahan akan ada di kantor perusahaan dan dua pusat pemenuhan baru yang dibuka di Timur Laut dan Midlands pada musim gugur.

Amazon juga mencari posisi insinyur, SDM dan spesialis TI, spesialis keuangan, spesialis kesehatan dan keselamatan, serta tim pengepakan dan pengiriman. Selain itu, perusahaan mengatakan sedang menciptakan sekitar 20.000 posisi musiman baru di Inggris di tiga pusat fasilitas tambahan untuk liburan.

Inggris, seperti banyak negara lain, sedang berjuang untuk menemukan cara untuk melindungi kesejahteraan pekerja, usai pandemi Covid-19, memaksa toko dan restoran tutup.

Pemerintah berada di bawah tekanan untuk memperpanjang program cuti yang membantu membayar upah sekitar 10 juta pekerjaan di Inggris dan akan dihentikan bulan depan.

Menteri Bisnis, Energi dan Strategi Industrial Inggris Alok Sharma menyebut langkah Amazon "sangat membesarkan hati". Perusahaan juga mengumumkan rencana untuk menciptakan 3.500 teknologi baru dan pekerjaan korporat di kota-kota AS bulan lalu.

Aktivis buruh mengatakan daftar pekerjaan yang ditawarkan menunjukkan bahwa Amazon mencoba mencegah pekerja dari tawar-menawar kolektif. Beberapa pekerja memprotes kondisi di gudang tahun ini, yang menurut mereka membuat mereka berisiko tertular virus Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-commerce amazon.com

Sumber : Bloomberg

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top