Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun Ini, Indonesia Punya 137 Juta Konsumen Digital

Bain & Company konsumen digital di Indonesia mencapai 137 juta orang atau 68 persen dari total populasi pada 2020.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  13:56 WIB
Pandemi Covid/19 berhasil mempercepat transformasi bisnis serta aktivitas jual beli dari tradisional menjadi daring atau online lewat prinsip digitalisasi. / Antara
Pandemi Covid/19 berhasil mempercepat transformasi bisnis serta aktivitas jual beli dari tradisional menjadi daring atau online lewat prinsip digitalisasi. / Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Facebook dan Bain & Company menyebutkan bahwa jumlah konsumen digital di Indonesia melesat tajam seriring dengan perubahan kebiasaan konsumsi masyarakat Indonesia.

Dalam studi Digital Consumers of Tomorrow, Here Today, Bain & Company menyatakan bahwa pertumbuhan konsumen digital di Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai sekitar 310 juta pada akhir 2020, dengan jutaan konsumen lainnya diperkirakan akan bergabung dalam beberapa tahun mendatang.

Pertumbuhan ini melesat tajam sebab, pada studi 2019 lalu, Facebook dan Bain memperkirakan pencapaian jumlah 310 juta konsumen baru akan terjadi pada 2025. Pencapaian ini menunjukkan terjadi percepatan capaian yang tadinya 5 tahun menjadi 1 tahun saja.

Sementara itu di Indonesia, studi ini juga menemukan bahwa konsumen digital telah tumbuh dari 119 juta atau sekitar 58 persen dari total populasi pada 2019, menjadi 137 juta atau 68 persen dari total populasi pada 2020.

Partner dari Bain & Company, Edy Widjaja mengatakan bahwa Indonesia merupaka negara yang dinamis dan tengah bertumbuh pesat,

Jumlah konsumen digital Indonesia, kata Edy, telah tumbuh secara eksponensial dan kebiasaan konsumsi masyarakat Indonesia telah membentuk norma baru saat ini.

“Melihat ke masa depan, belanja online diperkirakan akan meningkat hampir tiga kali lipat pada 2025 dan mencapai nilai hampir USS$72 miliar,” ujar Edy dalam siaran pers, Senin (31/8/2020).

Tidak hanya itu, laporan yang sama juga menyebutkan bahwa sekitar 39 persen-49 persen konsumen di Indonesia kini membeli bara secara daring, dengan barang yang paling sering dibeli dalam 3 bulan terakhir yaitu bahan makanan dalam kemasan, bahan makanan segar, dan minuman non-alkohol.

Adapun untuk konsumen di Asia Tenggara tidak hanya berbelanja lebih banyak secara daring seperti yang diperkirakan pada 2019, mereka juga berbelanja pada kategori yang lebih luas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi e-commerce StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top