Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Daftar Startup Dalam Negeri yang Masuk Daftar CB Insights

Perusahaan rintisan berbasis aplikasi kesehatan, Halodoc resmi dinobatkan sebagai salah satu startup yang masuk dalam daftar Digital Health 150 dari daftar CB Insights.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  02:20 WIB
Dengan kemampuan tracing, tracking, dan fencing, aplikasi ini menjalankan dua fungsi utama, yaitu fungsi surveillance atau pengawasan untuk pemerintah dengan mendeteksi pergerakan orang-orang yang terpapar Covid-19 selama 14 hari kebelakang. - Halodoc
Dengan kemampuan tracing, tracking, dan fencing, aplikasi ini menjalankan dua fungsi utama, yaitu fungsi surveillance atau pengawasan untuk pemerintah dengan mendeteksi pergerakan orang-orang yang terpapar Covid-19 selama 14 hari kebelakang. - Halodoc

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan berbasis aplikasi kesehatan, Halodoc resmi dinobatkan sebagai salah satu perusahaan rintisan atau startup yang masuk dalam daftar Digital Health 150 dari daftar CB Insights.

Perusahaan rintisan yang masuk di daftar Digital Health 150 2020 sukses mengantongi pendanaan hingga lebih dari US$ 20 miliar melalui lebih dari 600 kesepakatan dengan lebih dari 900 investor.

Pada Digital Health 150 tahun ini, tercatat perusahaan-perusahaan rintisan yang menghadirkan terobosan untuk layanan kesehatan tradisional di 12 kategori, mulai dari Virtual Care Delivery dan Clinical Trials, hingga Drug Discovery dan Specialty Care.

Adapun Halodoc masuk dalam kategori Virtual Care Delivery dalam ajang ini.

Anand Sanwal, CEO CB Insights mengungkapkan bahwa Digital Health 150 di tahun ini merupakan edisi dengan cakupan global paling luas yang diadakan. Pasalnya, agenda ini melingkupi berbagai perusahaan swasta di bidang kesehatan terbaik dari 18 negara.

“Selain keberagaman lokasi, perusahaan-perusahaan ini juga melahirkan inovasi di seluruh value chain layanan kesehatan, mulai dari teknologi yang bermanfaat bagi perusahaan farmasi dan bioteknologi, hingga payers, rumah sakit, asuransi, dan banyak lainnya,” katanya lewat rilisnya, Rabu, (26/8/2020).

Dia menyebutkan untuk pemenang Digital Health 150 di tahun lalu mendapat pengakuan dan berhasil mendapatkan total pendanaan hingga mencapai hampir US$5 miliar.

“Kami tentu tak sabar ingin melihat pencapaian yang mungkin akan diraih oleh para pemenang di tahun ini,” ujarnya.

Jonathan Sudharta, CEO dan Co-founder Halodoc mengungkapkan bahwa melalui pencapaian ini, perusahaan berharap dapat menjadi inspirasi bagi ekosistem perusahaan rintisan lokal dalam meningkatkan daya saing dan membuktikan bahwa Indonesia mampu berada di level yang sama dengan perusahaan global. 

“Merupakan sebuah kehormatan bagi Halodoc dapat kembali masuk ke daftar Digital Health 150 dari CB Insights. Pengakuan ini tentu menjadi motivasi bagi kami sebagai perusahaan rintisan karya anak bangsa untuk terus berinovasi dalam memberikan kenyamanan akses kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp Halodoc
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top