Bisnis.com, JAKARTA – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) memberikan kompensasi bagi penggunanya di 94 kota wilayah Sumatra usai mengalami gangguan sinyal dan jaringan pada 11 Agustus 2020.
Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan langkah tersebut diambil sehubungan dengan telah terjadinya penurunan layanan komunikasi Telkomsel di 94 kota di wilayah Sumatra sebagai dampak dari musibah kebakaran di fasilitas Sentra Telepon Otomat (STO) Telkom di kota Pekanbaru.
“Sebagai bentuk apresiasi kami atas kepercayaan pelanggan yang tetap menggunakan layanan Telkomsel, kami menghadirkan paket spesial, khusus untuk pelanggan yang berada di 94 kota di wilayah operasional Telkomsel Regional Sumatra bagian Utara dan Tengah yang terdampak penurunan kualitas layanan pada 11 Agustus 2020,” ungkapnya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (13/8/2020).
Dia menjabarkan bahwa paket yang dihadirkan berupa paket data sebesar 5 GB di semua jaringan, 100 menit telepon dan 100 SMS ke sesama nomor Telkomsel, yang berlaku selama 2 hari sejak pengaktifan.
Pihaknya menjelaskan baik pengguna layanan prabayar maupun paskabayar, dapat mengaktifkan paket spesial tersebut melalui UMB *888*20# mulai 13 hingga 19 Agustus 2020, hanya dengan Rp1 saja. Paket ini dapat diakses maksimal satu kali untuk tiap pelanggan selama periode aktivasi.
Sebelumnya, terjadi peristiwa kebakaran di STO Pekanbaru Centrum pada Selasa, Agustus 2020 sekitar pukul 15.00 WIB yang mengakibatkan padamnya layanan jaringan di Wilayah Sumatra bagian Utara dan Tengah, dan Pekanbaru.
Kebakaran yang diduga berasal dari ruangan perangkat ini masih ditelusuri lebih lanjut penyebabnya. Adapun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sudah melakukan sejumlah langkah-langkah untuk memulihkan sinyal Telkomsel yang masih hilang di Pekanbaru.
Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan jaringan di area Kota Pekanbaru masih melakukan proses pemulihan dengan pengalihan trafik melalui by pass system transmisi backbone broadband di Pekanbaru, memanfaatkan redundant system yang ada yakni tujuh titik NGN di Sumatera dengan dua sistem transmisi backbone di darat dan dua sistem backbone kabel laut.