Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Gandeng Telecom Infra Project, Pacu Konektivitas Broadband

Kolaborasi tersebut melibatkan GSMA, Telecom Infra Project (TIP), KemenKominfo, Telkom University, dan para operator jaringan bergerak seluler.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  03:15 WIB
Ilustrasi - jaringan broadband - Istimewa.
Ilustrasi - jaringan broadband - Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mempercepat pemerataan digitalisasi dan konektivitas nasional melalui kolaborasi dengan industri telekomunikasi dan akademisi dengan meluncurkan Project (TIP) Community Lab.

Kolaborasi tersebut melibatkan Global System Mobile Association (GSMA), Telecom Infra Project (TIP), Kementerian Kominfo (Ditjen SDPPI), Telkom University, dan para operator jaringan bergerak seluler.

Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Ismail mengatakan pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat di dunia termasuk Indonesia untuk memanfaatkan teknologi digital.

“Sehingga, dalam menghadapi perubahan tersebut, yang paling terpenting adalah broadband infrastruktur dan konektivitas adalah hal yang paling penting,” tuturnya dalam acara TIP in Asia Pacific: Indonesia – Path Towards a Digital Society bersama GSMA & TIP, dari Jakarta, Rabu (22/07/2020).

Ismail menjelaskan Indonesia sudah siap untuk memasuki transformasi digital dengan telah dibangunnya infrastruktur TIK middle mile hingga the last mile.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan Kemenkominfo memerlukan kerja sama dengan operator seluler untuk memperluas konektivitas broadband. Pemerintah pun juga menggerakkan insentif sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur TIK.

“Maka dari itu broadbrand sangat penting di Indonesia, operator seluler menjadi penting untuk mensukseskan hal tersebut untuk meng-cover seluruh indonesia. Kominfo sangat senang TIP bisa bergabung dengan kebijakan pemerintah, ini menjadi kesempatan yang baik untuk memberikan kualitas pelayanan,” imbuhnya.

Adapun, kolaborasi multi-tahun ini bertujuan mendorong digitalisasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui pengujian dan validasi yang berbasis pada standar teknologi jaringan TIP yang open dan disaggreagated.

”Baik di laboratorium maupun di lapangan, memajukan penggelaran solusi komersial yang layak, mengembangkan talenta digital, dan menumbuhkan ekosistem telekomunikasi yang kuat dan beragam, termasuk perusahaan rintisan,” tutur TIP Global Head of Engagement Vishal Mathur.

Rektor Universitas Telkom Adiwijaya menyatakan TIP Community Lab Telkom University akan dibuka pada triwulan ketiga tahun 2020 dan akan membawa para operator seluler untuk bekerja bahu membahu dengan anggota TIP lainnya di seluruh dunia.

”Community Lab ini memungkinkan anggota lab untuk meninjau dan mengadopsi solusi yang telah dikembangkan oleh TIP Project Groups dari seluruh dunia serta memberikan masukan kepada TIP community untuk pengembangan lanjutan,” jelasnya.

Head of APAC GSMA, Julian Gorman menyebutkan saat ini hampir semua operator seluler di Indonesia ikut berpartisipasi mendukung TIP Community Lab. ”Terdapat lima operator seluler yang sedang bersiap untuk berpartisipasi yakni Indosat, Smartfren, Telkomsel, Hutchinson 3 sedang dalam konfirmasi, dan XL Axiata,” tuturnya.

Inisiatif TIP Community Lab merupakan tahap pertama dari rencana untuk memajukan konektivitas di Indonesia melalui pengembangan, pengujian, dan penggelaran teknologi baru.

TIP Community Lab sudah hadir di Eropa, Amerika, Asia Selatan, dan Asia Timur. TIP bekerjasama untuk mengembangkan, menguji, dan menggelar solusi yang terbuka, disaggregated, dan berbasis standar yang dapat memberikan konektivitas berkualitas tinggi yang dibutuhkan dunia saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi kemenkominfo
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top