Begini Proyeksi Industri Komputasi Awan Saat New Normal

Rahmad Fauzan
Kamis, 28 Mei 2020 | 22:23 WIB
Ilustrasi Komputasi Awan. /isitimewa
Ilustrasi Komputasi Awan. /isitimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Fondasi industri komputasi awan di Indonesia berpotensi makin kokoh pada kuartal III/2020 seiring dengan mulai berlangsungnya era 'new normal'. Namun, pemerintah diharapkan bisa memastikan intensitas pemanfaatan teknologi selama masa kenormalan baru tersebut berlangsung.

Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) Ale Budiyanto mengatakan intensitas pemanfaatan platform digital selama aktivitas bekerja dan belajar berpindah ke rumah tidak menyusut ketika kenormalan baru berlangsung.

"Selama PSBB, proses transformasi digital yang berlangsung sudah sangat baik. Jika pada saat new normal tetap berjalan demikian, maka industri komputasi awan pun diperkirakan terkena efek positifnya," ujarnya Alex kepada Bisnis, Kamis (28/5/2020).

Saat ini, pemerintah dinilai harus memiliki perencanaan detail terkait dengan wacana kenormalan baru yang rencananya bakal bergulir dalam beberapa bulan ke depan.

Hal tersebut, jelasnya, sangat berpengaruh signifikan terhadap industri komputasi awan yang memerlukan kepastian dari pemerintah terkait dengan detail perencanaan penerapan kenormalan baru.

Alex mengatakan pemanfaatan platform digital selama masa PSBB sangat masif. Namun, dia tidak menjelaskan secara terperinci jumlah transaksi pemanfaatan komputasi awan terkait dengan proses transformasi digital yang berlangsung selama PSBB.

Meki demikian, proses transformasi digital yang berlangsung sejauh ini tidak serta merta menguntungkan pemain dalam negeri. Peningkatan penggunaan platform komputasi awan lokal pun dinilai belum maksimal.

Pasalnya, pemanfaatan teknologi digital dalam menjalankan tugas secara digital masih didominasi oleh platform asing seperti Zoom. Padahal, platform serupa juga dimiliki perusahaan lokal seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

"Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus mengampanyekan penggunaan platform lokal," kata Alex. 

Secara terpisah, President Asosiasi Data Center Indonesia (IDPRO) Hendra Suryakusuma menilai proses transformasi digital terjadi di semua lini industri selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Pemerintah pun diharapkan dapat meningkatkan pengamanan fisik dan nonfisik untuk jaringan telekomunikasi dan jaringan energi listrik nasional pada masa new normal mendatang.

"Hal itu perlu untuk memastikan aktifitas bisnis bisa tetap berlangsung dalam kondisi kritis ini," kata Hendra kepada Bisnis.

Berdasarkan laporan International Data Corporation (IDC) Indonesia, perusahaan-perusahaan di Tanah Air sudah mulai beradaptasi dengan pemanfaatan teknologi komputasi awan sebagai persiapan untuk menyambut kondisi new normal pada kuartal II/2020. 

Senior Research Manager and Head of Operations, IDC Indonesia Mevira Munidra memproyeksikan belanja IT perusahaan di Indonesia tumbuh sekitar 2 persen pada 2020.

Namun demikian, Direktur Eksekutif ICT Indonesia menilai efek positif penerapan PSBB terhadap industri komputasi awan tidak begitu signifikan.

Penggunaan website dan aplikasi, jelasnya, berjalan normal tanpa menunjukkan pelonjakan berarti.

"Efeknya biasa saja. Sejauh ini, website dan aplikasi tetap jalan seperti biasanya," kata heru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmad Fauzan
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper