Sony dan Microsoft Kolaborasi Ciptakan Kamera Cerdas

Sony Corp resmi menggandeng Microsoft Corp untuk menanamkan kemampuan artificial intelligence atau kecerdasan buatan ke dalam chip pencitraan terbarunya.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  17:21 WIB
Sony dan Microsoft Kolaborasi Ciptakan Kamera Cerdas
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Sony Corp resmi menggandeng Microsoft Corp untuk menanamkan kemampuan artificial intelligence atau kecerdasan buatan ke dalam chip pencitraan terbarunya. Sony mengatakan produk kamera yang tengah dikembangkan tersebut akan menjadi yang pertama di dunia bagi pelanggan komersial.

Perangkat baru tersebut memiliki modul prosesor dan memori yang terintegrasi dan memungkinkannya untuk menganalisis video menggunakan teknologi AI. Alih-alih menghasilkan gambar yang sebenarnya, chip AI Sony dapat menganalisis video yang dilihatnya dan memberikan metadata mengenai gambar yang ditangkapnya.

Kedua perusahaan ini menyasar bisnis ritel dan logistik dengan potensi penggunaan perangkat seperti mengoptimalkan gudang dan otomatisasi pabrik, mengukur aliran pelanggan yang melalui toko dan memungkinkan mobil lebih canggih mengawasi sopir dan lingkungan sekitar. Selain itu, kamera pintar baru ini juga memiliki potensi untuk menawarkan pemantauan yang lebih memperhatikan privasi.

Sebelumnya, Apple Inc. telah membuktikan kecanggihan menggabungkan AI dan pencitraan untuk menciptakan sistem yang lebih aman dengan otentikasi biometrik yang ditenagai prosesor Neural Engine yang dirancang khusus oleh iPhone. Huawei Technologies Co. dan Alphabet Inc. Google juga telah mendedikasikan silikon AI di telepon pintar mereka untuk membantu pemrosesan gambar.

"Kami menyadari banyak perusahaan sedang mengembangkan chip AI dan sepertinya kami tidak mencoba membuat chip AI kami lebih baik daripada yang lain," kata Hideki Somemiya, Manajer Umum Senior Kelompok Solusi Sistem Sony, dilansir Bloomberg, Selasa (19/5/2020).

Keunggulan Sony yakni menghilangkan kebutuhan transfer dalam perangkat itu sendiri. Sementara Apple dan Google masih menggunakan sensor gambar konvensional yang mengubah partikel cahaya menjadi format gambar yang dapat dibaca oleh komputer untuk dibaca chip. Sedangkan chip baru Sony mampu melakukan pekerjaan analitis tanpa data yang meninggalkan batas fisiknya.

Sensor berkemampuan AI juga dapat membantu mendukung pengembangan aplikasi augmented reality. Dua raksasa AS, Apple dan Google telah banyak berinvestasi dalam pengembangan AR. Google Maps kini menawarkan opsi untuk menunjukkan arah 3D di atas video dari lingkungan pengguna sementara Apple merencanakan kamera 3D baru pada perangkat iPhone berikutnya di musim gugur.

Sony telah menikmati keunggulan substansial sebagai penyedia sensor gambar terkemuka di dunia, mengikuti jejak Apple, Samsung Electronics Co. dan pembuat smartphone besar China.

Sensor Sony yang ditenagai AI mampu merekam video resolusi tinggi dan secara bersamaan melakukan analisis AI-nya hingga 30 frame setiap detik. Respons secepat mikrodetik membuatnya berpotensi untuk digunakan di dalam mobil untuk mengawasi ketika pengemudi tertidur. Tanpa memerlukan cloud seperti yang dimiliki beberapa sistem yang ada, sensor AI Sony dapat mempercepat adopsi teknologi mobil pintar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gadget

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Rio Sandy Pradana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top