Penjualan Online Kopi Kenangan Naik 50 Persen Selama Pandemi Covid-19

Startup Kopi Kenangan berhasil memaksimalkan penjualan melalui metode daring selama wabah corona.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 17 Mei 2020  |  16:40 WIB
Penjualan Online Kopi Kenangan Naik 50 Persen Selama Pandemi Covid-19
Kopi Kenangan mengoptimalkan penjualan melalui online dan media sosial untuk meningkatkan penjualan. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kopi Kenangan, salah satu perusahaa rintisa (startup) yang menjual produk kopi kekinian, tercatat mengalami kenaikan penjualan yang signifikan menggunakan metode daring selama pandemi virus corona (Covid-19).

Pendiri dan Chief Executive Officer Kopi Kenangan Edward Tirtanata mengungkapkan perusahaan mengalami kenaikan lebih dari 50 persen untuk penjualan secara daring. Hal itu berbanding terbalik dengan penjualan sektor luring yang merosot tajam di bawah 80 persen.

Menurut Edward, kenaikan penjualan di sektor daring tersebut tidak lepas dari penambahan layanan pengiriman ke dalam aplikasi Kopi Kenangan.

Ke depannya, perusahaan pun berencana meluncurkan produk anyar, melakukan investasi di sektor teknologi, dan meningkatkan perlindungan terhadap karyawan di tengah pandemi Covid-19.

"Saat ini, kami sudah meningkatkan protokol higienis dengan menempatkan UV sterilizer, free hand sanitizer, disinfecting area kerja, mencuci tangan satu jam sekali, cek suhu tubuh pegawai dan ojek daring, serta membuat seragam baru yang dilengkapi face shield, masker, dan sarung tangan," ujar Edward kepada Bisnis, Minggu (17/5/2020).

Pada 12 Mei 2020 lalu, perusahaan menerima pendanaan Seri B senilai US$109 juta. Pendanaan Seri B tersebut dipimpin oleh investor perusahaan saat ini, yakni Sequoia Capital. Sementara investor baru pada pendanaan ini antara lain B Capital, Horizons Ventures, Verlinvest, Kunlun, Sofina, dan Alpha JWC.

Sementara itu, perusahaan rintisan kopi kekinian lainnya, yakni Fore Coffee, juga tengah memaksimalkan akses daring untuk para pelanggan.

CEO Fore Coffee Elisa Suteja mengatakan upaya tersebut dilakukan seiring dengan perubahan pola belanja pelanggan yang terjadi selama pandemi Covid-19. Pola belanja pelanggan Fore Coffee, jelasnya, beralih dari pembelian per gelas menjadi paket literan.

"Fore Coffee tengah mengembangkan at home produk line serta memperluas sales channel ke marketplace untuk menjawab perubahan pola belanja pelanggan tersebut," ujar Elisa.

Sejak Juli 2019, Kopi Kenangan membuka 30 gerai setiap bulannya. Khusus di wilayah Jabodetabek, lanjut Edward, hanya 21 kecamatan yang belum memiliki toko gerai Kopi Kenangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp, kopi kenangan

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top