Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sengketa Hak Cipta, Ubisoft Tuntut Apple dan Google

Ubisoft Entertainment SA menggugat Apple Inc. dan Google LLC karena telah menjual video gim populer mereka yang berjudul Tom Clancy's Rainbow Six: Siege.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 16 Mei 2020  |  13:03 WIB
Warga bermain game online di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (3/1/2019). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kecanduan game digital sebagai penyakit gangguan mental, masuk kedalam daftar
Warga bermain game online di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (3/1/2019). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kecanduan game digital sebagai penyakit gangguan mental, masuk kedalam daftar "Disorders due to addictive behavior" atau penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan. - ANTARA/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA – Ubisoft Entertainment SA menggugat Apple Inc. dan Google LLC karena telah menjual video gim populer mereka yang berjudul Tom Clancy's Rainbow Six: Siege.

Dikutip melalui Bloomberg, pada gim Area F2, yang dibuat oleh Ejoy.com dari Alibaba Group Holdings Ltd., pun dianggap menyerupai dari gim Rainbow Six: Siege, dan Ubisoft dalam sebuah pengaduan yang diajukan Jumat (15/5) di pengadilan federal di Los Angeles menekankan bahwa itu dapat secara serius diperdebatkan.

“R6S adalah salah satu permainan multipemain kompetitif paling populer di dunia, dan merupakan salah satu properti intelektual Ubisoft yang paling berharga, kata perusahaan Prancis itu,” Sabtu, (16/5/2020).

"Secara virtual setiap aspek AF2 disalin dari R6S, dari layar pemilihan operator ke layar skor akhir, dan semua yang ada di antaranya," lanjutnya.

Untuk diketahui Rainbow Six: Siege, atau R6S, memiliki 55 juta pemain terdaftar di seluruh dunia. Adapun menurut gugatan pelanggaran hak cipta Ubisoft, gim ini telah dimainkan oleh lebih dari 3 juta orang setiap hari.

Perwakilan Google tidak memiliki komentar langsung tentang gugatan tersebut. Bahkan, Alibaba dan Apple tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar, yang diminta setelah jam kerja reguler.

Sementara itu, Alibaba mengakuisisi Ejoy pada 2017 untuk meningkatkan kehadirannya di gim daring dan mobile.

Ejoy mulai mempromosikan Area F2 di Amerika Serikat (AS) di akhir tahun lalu melalui YouTube, Facebook, Instagram, dan Twitter. Permainan menjadi tersedia untuk umum untuk diunduh di ponsel dan tablet bulan lalu, menurut keluhan.

Ubisoft mengatakan telah memberi tahu Apple dan Google bahwa Area F2 melanggar hak cipta tetapi perusahaan menolak untuk menghapus gim tersebut dari Google Play dan Apple App store.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google apple game hak cipta
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top