Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Yuk, Main Gim di Google Doodle

Google Doodle yang bertemakan Stay and Play at Home with Popular Past Google Doodles: Coding (2017), diharapkan dapat mengusir kejenuhan keluarga yang tengah berada di rumah sebagai upaya memerangi pandemi Covid-19.
Rahayuningsih
Rahayuningsih - Bisnis.com 27 April 2020  |  09:25 WIB
Ilustrasi Google Doodle - Google
Ilustrasi Google Doodle - Google

Bisnis.com, JAKARTA ­­­­­– Google hari ini mengajak orang tua dan anak-anak bersama-sama memainkan gim yang pertama kali diluncurkan pada 4 Desember 2017 dalam Google Doodle nya yang bertemakan Stay and Play at Home with Popular Past Google Doodles: Coding (2017)

Tampil di halaman muka Google, gim yang berjudul Coding for Carrots diharapkan dapat mengusir kejenuhan keluarga yang tengah berada di rumah sebagai upaya memerangi pandemi Covid-19.

Dalam keterangannya, gim dalam Google Doodle hari ini merupakan permainan yang dibuat untuk merayakan 50 tahun diluncurkannya bahasa pemrograman komputer untuk anak-anak yang diberi nama Logo.

Sebelum gim ini diluncurkan, dalam pegembangan pemrogaman komputer untuk anak-anak melalui sejarah yang cukup panjang. Pada 1960-an, Seymour Papert dan peneliti di MIT mulai membayangkan bahwa komputer suatu saat  dapat digunakan oleh semua anak sebagai alat untuk belajar.

Pada saat itu, penggunaan komputer pribadi masih sangat jarang. Pemrograman komputer untuk anak-anak pasti terdengar futuristik dan tidak praktis pada 1960-an. Namun, tim itu yakin suatu saat pasti akan dibutuhkan, hingga akhirnya keluarlah Logo.

Lihatlah kini, bahasa pemrogaman untuk anak ternyata bermanfaat besar ketika hampir di setiap rumah memiliki komputer dan anak-anak aktif menggunakannnya.

Selanjutnya bahasa pemrogaman pun berkembang. Untuk Google Doodle hari ini yang bertemakan Coding for Carrots dikembangkan oleh kolaborasi tiga tim yaitu tim Google Doodle, tim Google Blockly, dan peneliti dari MIT Scratch, dengan memadukan blok kode berdasarkan bahasa pemrograman Scratch. Seperti Logo, Scratch dikembangkan di MIT dan dibangun berdasarkan ide awal Papert tentang anak-anak dan komputer.

Cara memainkan gim ini cukup mudah. Anak-anak diminta untuk mengumpulkan wortel dengan menata balok-balok yang seperti puzzle sebagai pijakan dari Kelinci. Sebagaimana sebuah permainan, setiap levelnya memiliki tantangan berbeda. Selamat mencoba!   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google Virus Corona google doodle
Editor : Rahayuningsih
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top