Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Operator Perlu Respons Kebutuhan VPN di tengah Pandemi

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan Indonesia memiliki pasar untuk kebutuhan layanan VPN yang cukup baik, walaupun belum besar.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 24 April 2020  |  19:08 WIB
Warga saat melakukan rapat daring menggunakan layanan Telkomsel di Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (29/3/2020). - ANTARA FOTO/Olha Mulalinda
Warga saat melakukan rapat daring menggunakan layanan Telkomsel di Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (29/3/2020). - ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

Bisnis.com, JAKARTA – Operator punya peluang menggenjot bisnis layanan virtual private network (VPN) untuk kebutuhan kerja dari rumah selama Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) dilakukan.

Hal ini dilakukan karena kebutuhan karyawan saat mengakses data melalui VPN yang diprediksi dapat menawarkan kecepatan dan enkripsi yang lebih unggul, untuk dapat dialihkan ke perumahan.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan Indonesia memiliki pasar untuk kebutuhan layanan VPN yang cukup baik, walaupun belum besar.

“Ada pasarnya tapi tidak besar. Selain karena situs yang diblokir sedikit, dan vpn gratis banyak, jadi akses dengan internet biasa jauh lebih besar. Berbeda dengan negara semisal China yang banyak situs diblokir sehingga perlu VPN untuk mengakses nya,” terangnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (24/4/2020).

Namun, dia melihat bahwa tidak terlalu urgensi bagi operator untuk menggenjot bisnis ini untuk kebutuhan ritel, khususnya selama WFH, karena mayoritas pelanggan menggunakan internet publik.

Dia mengamini bahwa penggunaan VPN di korporasi yang sebelumnya hanya bisa digunakan di kantor, dapat dialihkan agar diakses di rumah oleh karyawan, tetapi membutuhkan biaya yang besar.

“Bisa [dialihkan], tetapi akan lebih mahal hitungannya. Dan kantor belum bisa memastikan apakah dipakai kerja atau akses video ilegal gratis,” jelasnya

Sementara itu, pengamat ITB Ian mengatakan bahwa VPN memang sangat dibutuhkan masyarakat untuk akses yang cepat (SLA bandwidth terjaga) dan aman; masyarakat pasti perlu, apalagi saat ini untuk keperluan yg memerlukan SLA tinggi.

“Saat ini adalah VPN on demand, VPN volume based/time based/kombinasi atau unlimited [yg berjalan saat ini]. Tantangannya model marketing, secara sistem semua operator pasti bisa menjual VPN [perangkat eksisting pasti sanggup], hanya apa itu VPN, keuntungannya dll masih perlu sosialisasi,” ujarnya.

Menurutnya, karyawan yang biasanya mengakses kebutuhan internet melalui VPN dari kantor, dapat dialihkan ke rumah.

“Kedepannya network sharing apakah sampau pada VPN sharing atau juga bolehkan pembeli VPN menjual kembali sebagian VPN atau model bisnis lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro  pun berharap penggunaan layanan VPN oleh pelanggan selalu mempertimbangkan sisi keamanan yang terjamin dari para penyedia layanan VPN.

“Sebagai leading digital telco company yang berprinsip pada customer centricity, Telkomsel tentunya akan terus memonitor trend perkembangan layanan yang bermanfaat bagi pelanggan, serta memperhitungkan peluang tersebut bagi perusahaan,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet interkoneksi operator telekomunikasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top