Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Corona, Industri Telekomunikasi Minta Insentif

Insentif diharapkan diberikan pada penundaan atau diskon pembayaran universal service obligation (USO), pengurangan pajak penghasilan dan pemotongan pajak pertambahan nilai.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  19:38 WIB
Teknisi melakukan perbaikan Base Tranceiver Station (BTS) milik salah satu operator selular di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (12/4/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Teknisi melakukan perbaikan Base Tranceiver Station (BTS) milik salah satu operator selular di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (12/4/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) mengharapkan mendapatkan insentif khusus dari pemerintah karena telah menopang program bekerja dan belajar dari rumah.

Ketua Umum Apjatel Muhammad Arif Angga mengusulkan kepada pemerintah untuk dapat memberikan insentif kepada industri telekomunikasi yang sudah mendukung program Presiden Joko Widodo dalam masa tanggap darurat bencana virus corona atau Covid-19.

Dia mengatakan, pemerintah dapat memberikan insentif berupa penundaan atau diskon pembayaran universal service obligation (USO), pengurangan pajak penghasilan dan pemotongan pajak pertambahan nilai.

Menurutnya pemerintah telah mengeluarkan insentif kepada 14 sektor usaha untuk menghadapi bencana virus corona seperti sektor transportasi udara dan industri pariwisata.

Akan tetapi, Angga menyayangkan hingga saat Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) belum memberikan satu pun insentif kepada pelaku usaha telekomunikasi. 

“Semua membutuhkan layanan telekomunikasi. Tanpa adanya operator telekomuikasi, kegiatan dan program pemerintah tak akan berjalan. Namun sayangnya kami tidak diberikan insentif. Justru saat ini kita diminta memberikan insentif kepada masyarakat,”kata Angga dalam siaran pernya Selasa (24/3/2020).

Menurut Angga meski ada potensi kenaikan trafik dari program work from home dan belajar dari rumah, namun kenyataannya hampir seluruh operator telekomunikasi sudah mengalami penurunan omzet penjualan. 

Oleh sebab itu, menurutnya industri telekomunikasi sangat menantikan insentif dari pemerintah. Seperti pemerintah memberikan insentif kepada sektor penerbangan dan pariwisata.

“Minimal kami meminta pemerintah dapat memberikan potongan BHP USO untuk setengah tahun. Itu sangat membantu operator telekomunikasi,”ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Smartfren Telecom Merza Fachys mengapresiasi pemerintah jika benar memberikan insentif kepada industri telekomunikasi. Diakui Merza ketika adanya program work from home dan belajar dari rumah akan memberikan potensi kenaikan trafik.

Namun kenaikkan trafik tersebut dinilai belum mampu menutupi tekanan industri telekomunikasi beberapa tahun ke belakang akibat hadirnya layanan over the top (OTT)

“Jangan dianggap operator telekomunikasi saat ini berpesta dengan kenaikan trafik akibat kebijakan pemerintah work from home dan belajar dari rumah. Kita justru sudah sengsara jauh sebelum Covid-19 karena tergerus OTT. Telco operator juga sudah membantu pemerintah menghadapi Covid-19 dengan cara kita,”pungkasnya..

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

operator telekomunikasi Virus Corona bakti
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top