Telkomsel Siapkan Alokasi Pita Frekuensi

Telkomsel telah mempersiapkan infrastruktur dan teknologi pendukung yang dibutuhkan untuk penerapan layanan 5G.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  07:06 WIB
Telkomsel Siapkan Alokasi Pita Frekuensi
Karyawan melayani pelanggan di pusat layanan pelanggan Telkomsel di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin(27/1/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Kesiapan ekosistem menjadi kunci bagi operator telekomunikasi dalam menghadirkan layanan 4G maupun 5G di Indonesia, adalah kesiapan frekuensi.

VP Technology & System Telkomsel, Indra Mardiatna mengatakan bahwa melalui kebijakan teknologi netral pada beberapa pita frekuensi di Indonesia yang diterapkan pemerintah, saat ini layanan 4G diimplementasikan di berbagai pita frekuensi seperti di 900 MHz, 1800 MHz, 2100 MHz dan 2300 MHz, sehingga ekosistem di frekuensi tersebut juga telah siap dan mendukung.

“Demikian juga dengan layanan 5G, untuk mendukung kelengkapan ekosistem, Tekomsel mendukung pemerintah dalam melakukan kajian pengalokasian frekuensi 28GHz/26GHz (mmwave), 3500MHz, 2600 MHz (mid band) dan 700 MHz (low band) sebagai kandidat frekuensi untuk penyelenggaraan layanan 5G,” ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (16/2/2020).

Indra juga mengatakan bahwa saat ini Telkomsel telah mempersiapkan infrastruktur dan teknologi pendukung yang dibutuhkan untuk penerapan layanan 5G di frekuensi manapun. Namun, jika dilihat secara teknis, alokasi frekuensi 700 MHz  sendiri akan memberikan cakupan layanan yang lebih luas dibandingkan frekuensi lainnya.

 “Telkomsel sangat mendukung alokasi frekuensi manapun yang nantinya akan ditetapkan oleh pemerintah, sesuai dengan hasil kajian bersama nantinya, termasuk jika frekuensi 700 MHz akan direkomendasikan untuk layanan 4G dan 5G, tambahan alokasi frekuensi tersebut nantinya akan membantu kami dalam meningkatkan layanan broadband kepada pelanggan,” jelasnya.

Indra mengungkapkan bahwa, kini Telkomsel sudah menggunakan seluruh alokasi frekuensi yang dimiliki untuk melayani kebutuhan pelanggan secara maksimal menggunakan berbagai macam teknologi dengan penggunaan kombinasi teknologi terkini seperti Carrier Aggregation dan massive MIMO, sehingga Telkomsel mampu menghadirkan jaringan broadband terluas dan handal di Indonesia.

Terkait dengan implementasi layanan 5G, Telkomsel terus mempersiapkan diri dimanapun alokasi frekuensi baru yang nantinya akan ditetapkan pemerintah. 

Telkomsel terus mempersiapkan diri dengan melakukan rangkaian kegiatan uji coba secara intensif yang dimulai sejak Asian Games 2018 dengan menghadirkan layanan enhance mobile broadband dengan kecepatan tinggi, maupun layanan dengan latency rendah ultra-reliable and low-latency communication (URLLC).

Selain itu, pada akhir tahun 2019 Telkomsel juga telah melakukan uji coba teknologi 5G dengan mengedepankan solusi industrial guna mendukung implementasi industry 4.0,” ungkapnya.

Terkait disrupsi teknologi yang bsia mengancam layanan over-the-top (OTT) bagi operator konvensional, Indra mengatakan bahwa Telkomsel terus melakukan transformasi bisnis seiring dengan semakin semakin tingginya layanan sejenis (voice, pesan teks, video) dari OTT.

Kemudian, berbagai layanan digital telah dikembangkan untuk menjaga pertumbuhan dan keberlangsungan bisnis.

“Strategi partnership juga telah dilakukan dengan pihak startup untuk mendukung pertumbuhan layanan digital di Telkomsel. Juga diharapkan pemerintah dapat mengeluarkan aturan atas berbagai macam layanan OTT asing yang saat ini masuk ke Indonesia, agar negara dapat memperoleh manfaat lebih atas penyelenggaraan layanan OTT tersebut seperti melalui pajak, PNBP, dan sebagainya.”

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telkomsel, telekomunikasi

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top