Jaringan Telekomunikasi Ibu Kota Baru, Telkomsel Fokus di Spektrum 900 MHz

PT Telekomunikasi Selular akan fokus membangun jaringan memanfaatkan rentang frekuensi 900 MHz di sekitar wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sambil menanti cetak biru infrastruktur Ibu Kota baru rampung.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 24 September 2019  |  07:03 WIB
Jaringan Telekomunikasi Ibu Kota Baru, Telkomsel Fokus di Spektrum 900 MHz
Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Emma Sri Martini. - dok. Telkomsel

Bisnis.com, BALIKPAPAN - PT Telekomunikasi Selular akan fokus membangun jaringan memanfaatkan rentang frekuensi 900 MHz di sekitar wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sambil menanti cetak biru infrastruktur Ibu Kota baru rampung.

GM Network Operation Quality Management PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Regional Kalimantan Rahmad Putra Jaya mengatakan bahwa perseroan akan menambah lima base transceiver station (BTS) baru dengan frekuensi 900 Mhz untuk ruas jalan tol Samarinda—Balikpapan.

Frekuensi rendah digunakan agar cakupan yang diberikan lebih luas, sehingga jaringan Telkomsel menutup area yang tidak tersentuh sinyal komunikasi. 

Tidak hanya itu, sambungnya, untuk memperluas cakupan,  perseroan juga melakukan migrasi frekuensi di BTS dari 2.300, 2,100 dan 1.800 Mhz ke frekuensi yang lebih rendah bertujuan untuk memperluas cakupan perseroan. Migrasi disesuaikan dengan kebutuhan Telkomsel.

“Kami ganti teknologinya agar jangkauannya lebih luas,” kata Rahmad kepada Bisnis, Senin (23/9/2019).

Dia menambahkan bahwa migrasi dan penambahan BTS 900 Mhz dilakukan juga sambil menunggu kerangka kerja terperinci atau cetak biru ibu kota baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara rampung.

Ketidakpastian posisi dan desain ibu kota baru, membuat Telkomsel dalam jangka waktu dekat hanya berfokus pada penyediaan sarana telekomunikasi di infrastruktur pendukung seperti ruas jalan tol Balikpapan—Samarinda, bandara di Balikpapan, bandara di Samarinda, dan fasilitas umum lainnya.

Untuk jangka panjang atau saat kerangka kerja terperinci ibu kota baru sudah ada, Telkomsel akan membangun jaringan di seluruh cakupan ibu kota baru sebagaimana rencana pembangunan di sana.

“Total site BTS di Samarinda—Balikpapan ada 170 [BTS] di sana kami ganti frekuensinya sekitar sepuluh BTS, dan juga ditambah sekitar tujuh BTS di Penajam Paser Utara,” kata Rahmad. 

Diketahui, Diketahui per Agustus 2019 jumlah BTS Telkomsel di Kalimantan yaitu sebanyak 6.400 BTS 2G, 5.600 BTS 3G, dan 6.100 BTS Adapun total keseluruhan BTS sebanyak 18.100 BTS dengan 4 BTS sudah menggunakan Massive MIMO.

Kemudian, khusus di Kalimantan Timur, jumlah BTS 2G dan BTS 3G, masing-masing sebanyak 1.800 BTS. Adapun untuk BTS 4G sebanyak 1.900 BTS.

Lebih mengerucut untuk Kabupaten Penajam Paser Utara jumlah BTS Telkomsel yaitu, 70 BTS 2G, 70 BTS 3G dan 100 BTS 4G. Jumlah BTS di Penajam Paser Utara masih sedikit disebabkan populasi yang terdapat di daerah tersebut belum banyak.

Kemudian, untuk Kabupaten Kutai Kertanegara jumlah BTS Telkomsel sebanyak 380 BTS 2G, 330 BTS 3G, dan 490 BTS 4G. Adapun total keseluruhan sebanyak 1.200 BTS.    

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telkomsel, Ibu Kota Dipindah

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top