Ekosistem Perusahaan Rintisan Indonesia Terbaik Kedua Setelah Singapura

Kehadiran berbagai program akselerasi perusahaan rintisan diproyeksikan akan semakin meneguhkan posisi Indonesia sebagai hub regional Asia Tenggara kedua setelah Singapura bagi perusahaan rintisan untuk mengembangkan bisnisnya.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 10 September 2019  |  14:35 WIB
Ekosistem Perusahaan Rintisan Indonesia Terbaik Kedua Setelah Singapura
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kehadiran berbagai program akselerasi perusahaan rintisan diproyeksikan akan semakin meneguhkan posisi Indonesia sebagai hub regional Asia Tenggara kedua setelah Singapura bagi perusahaan rintisan untuk mengembangkan bisnisnya.

 Managing Director Digitaraya Nicole Yap menilai, ekosistem perusahaan rintisan Indonesia termasuk yang teraktif se-Asia Tenggara, hanya terkalahkan oleh Singapura dalam hal pendanaan. Meski demikian, dia melihat sejauh ini Tanah Air telah menjadi destinasi bagi berbagai perusahaan rintisan global untuk mencari peluang pasar bagi bisnisnya.

 “ Meskipun Indonesia sebelumnya hanya dilihat sebagai pasar,kami telah melihat perubahan mindset para pengusaha perusahaan rintisan berubah setelah menghabiskan beberapa hari di sini [program akselerasi Digitaraya], terutama setelah bertemu dengan investor dan mitra bisnis potensial,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (9/9/2019).

 Lebih lanjut, pihaknya optimistis perubahan mindset ini akan terus berlanjut. Dengan banyaknya perusahaan rintisan yang ekspansi ke Indonesia, para pelaku perusahaan rintisan nasional pun akan memetik manfaat dari semakin matangnya ekosistem perusahaan rintisan Indonesia yang semakin diperhitungkan di kancah global.

 Nicole menambahkan, peran akselerator tidak terbatas untuk menarik investasi, tetapi juga sebagai platform untuk menghubungkan perusahaan rintisan dengan jaringan mentor yang terbaik, konsultan, dan mitra strategis. Jaringan ini diyakini akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan dalam jangka panjang dibandingkan hanya investasi.

 Adapun di Digitaraya, pihaknya fokus tidak hanya untuk berinvestasi pada setiap perusahaan rintisan yang menjalani program akselerasinya, tetapi juga memilih perusahaan terbaik untuk terhubung ke dalam jaringannya. Selama masa inkubasi, ujarnya, pihaknya mempelajari lebih lanjut mengenai tim, produk, kelebihan dan kekurangan dari setiap perusahaan rintisan. Selanjutnya, hasil penilaian itu akan dijasikan dasar rekomendasi bagi para investor yang tergabung dalam jaringannya.

 “Dalam masa-masa awal sebuah usaha, dukungan dari jaringan sangat penting untuk membantu perusahaan rintisan menghindari strategi yang salah. Kami berperan sebagai katalis pertumbuhan mereka untuk tumbuh lebih cepat dan mencapai target yang ambisius,” ungkapnya.

 Adapun sejak pertama kali merilis programnya pada Agustus 2018, Digitaraya telah berhasil meluluskan 58 perusahaan rintisan dari 12 negara. Jumlah ini diproyeksikan akan terus bertambah seiring dengan banyaknya inisiatif baru dalam membentuk program akselerasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top