Ramai-Ramai Terjun ke Bisnis IoT, Bagaimana Prospeknya?

Operator seluler terus mematangkan bisnis enterprisenya dengan menggalakan bisnis internet untuk segala (internet of things/IoT) bekerja sama dengan beberapa mitra.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 03 September 2019  |  13:41 WIB
Ramai-Ramai Terjun ke Bisnis IoT, Bagaimana Prospeknya?
Ilustrasi Internet of things

Bisnis.com, JAKARTA — Operator seluler terus mematangkan bisnis enterprisenya dengan menggalakan bisnis internet untuk segala (internet of things/IoT) bekerja sama dengan beberapa mitra.

Operator seluler melihat bisnis IoT sebagai masa depan untuk mendorong pendapatan, selain dari bisnis seluler.

PT Telekomunikasi Selular bersama PT Pertamina Patra Niaga kemarin menyepakati kerja sama mengenai pemanfaatan IoT untuk menghadirkan moda transportasi cerdas, melalui Telkomsel Fleetsight.  

Telkomsel Fleetsight merupakan solusi IoT milik Telkomsel. Produksi perangkat tersebut dilakukan secara lokal, dengan komposisi 70%.

Solusi IoT Telkomsel Fleetsight akan terpasang di 1.800 unit kendaraan tangki BBM milik Pertamina Patra Niaga, perusahaan yang bergerak di sektor hilir minyak dan gas. 

Telkomsel FleetSight akan membantu Pertamina Patra Niaga untuk memonitor kendaraan, meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, sekaligus menjaga keselamatan karyawan. Sekurangnya terdapat 15 sensor yang terpasang dalam satu truk tangki.

Data-data yang diterima di sensor dikombinasikan dengan peraturan dan pengumuman yang dapat memberikan peringatan secara waktu nyata atau real time, ketika teriadi pelanggaran standard operasional, sepert melebihi kecepatan, beroperasi di luar jadwal, melintasi rute yang bukan seharusnya, temperatur kerja komponen-komponen melebihi standard dan lain-lain. 

Sebelum Telkomsel Fleetsight, Telkomsel juga telah bekerja sama dengan PT Blue Bird Tbk.  menghadirkan IoT Center Control, yang berfungsi untuk memantau kondisi dan posisi kendaraan.   

Dalam kerja sama tersebut sekurangnya terdapat 25.000 armada taksi yang akan terhubung dengan IoT Control Center.

Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini mengatakan, kerja sama IoT dengan mitra sejalan dengan misi Telkomsel yang mulai berfokus pada bisnis IoT, tanpa melupakan bisnis seluler seperti layanan suara, SMS dan data.

Dia mengatakan ke depan perseroan akan terus menggenjot kerja sama dengan sejumlah mitra untuk meningkatkan pendapatan dari bisnis enterprise.

“Ke depan B2B akan terus kami gaungkan bagaimana solusi mobile akan membantu pelaku bisnis untuk bisa memanfaatkan teknologi berbasis IoT,” kata Emma di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Emma menambahkan bisnis IoT juga sejalan dengan misi Presiden Jokowi yang mendorong kehadiran industri 4.0.

Sementara itu, XL Axiata juga terus memperkenalkan bisnis IoT mereka. Group Head Corporate Communication XL Axiata Tbk. Tri Wahyuningsih mengatakan perseroan baru saja memperkenalkan pemanfaatan aplikasi Laut Nusantara versi III bagi nelayan Indonesia.

Dibandingkan dengan versi sebelumnya, aplikasi terbaru ini memiliki tambahan fitur yaitu teknologi yang semakin memudahkan nelayan dalam mencari ikan, mengetahui arah lokasi yang efektif, data tangkapan ikan, fitur bantuan untuk percakapan, dan SOS.

Ayu mengatakan dalam mengahadirkan solusi IoT ini perseroan bekerja sama dengan Balai Riset & Observasi Laut, Kementerian Kelautan & Perikanan. Kerja sama dilakukan sejak 2018. Diketahui hingga saat ini terdapat 15.000 nelayan yang aktif menggunakan solusi IoT berbentuk aplikasi.    

 “Aplikasi ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur layanan lainnya seperti petunjuk arah, pola perjalanan nelayan dan lain sebagainya,” kata Ayu.

Tidak hanya itu, Ayu menambahkan perangkat IoT ini juga memberikan manfaat sebagai alat pelacak kapal sehingga memudahkan perusahaan pemilik kapal untuk mengetahui keberadaan kapal mereka.

Sebelumnya, XL Axiata juga telah menjalin kerja sama dengan PT Sierad Produce Tbk. dalam pengembangan smart poultry dengan menerapkan solusi internet of things untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas produksi unggas.

Ada lima fitur utama pada dalam solusi Smart Poultry ini. Pertama, fitur real-time monitoring untuk mengetahui ketersediaan makanan, air minum, berat ayam, juga kondisi lingkungan menyangkut suhu, kelembaban, NH3, air velocity, dan intensitas cahaya. Kedua, controlling, yaitu kemampuan mengendalikan beragam peralatan dari jarak jauh secara terintegrasi.

Ketiga, fitur alerting/notification, yaitu kapabilitas memberikan notifikasi secara otomatis kepada pengelola bila terjadi suatu situasi tertentu. Kelima, fitur otomatis untuk menjaga stabilitas suhu dalam ruang. Terakhir, fitur Analytics untuk mengetahui hasil analisa atas produktivitas ternak.

Sementar itu, PT Indosat Tbk. memilih pasar yang berbeda. Indosat tengah mengembangkan solusi IoT untuk industri pertanian atau e-agrikultura.

Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Intan Abdams Katoppo mengatakan pernagkat IoT yang diberikan oleh Indosat membantu petani atau perusahaan yang bergerak di bidang pertanian untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil tani mereka.

Dia mengatakan salah satu solusi yang ditawarkan alat sensor pemantau kelembapan udara. Alat ini berguna untuk mengatasi kebakaran lahan di pertanian atau perkebunan akibat kondisi lahan yang kering.

Alat sensor bekerja memberikan sinyal ke pusat jika ditemukan kondisi lahan pertanian atau perkebunan yang kelembapannya kurang atau berpotensi kebakaran, sehingga nantinya sistem pengairan akan memberikan air di kubik lahan yang terdeteksi mengalami kekurangan air.

Dengan cara tersebut maka diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran lahan pertanian dan meningkatkan produktifitas.  

 “Jika ini diterapkan banyak hal yang dapat dilakukan, salah satunya saya pikir meningkatkan produktifitas,” kata Intan.

Supriyadi, VP ICT Value Proposition Indosat Ooredoo menambahkan cakupan alat sensor ini sekitar 250 meter, sehingga untuk satu petak cukup dipasang satu alat sensor.

Adapun dalam penerapan sistem ini, kata Supriyadi, kemungkinkan masih menggunakan metode hybrid koneksi. Sensor menggunakan koneksi dari Lora, kemudian dari sensor ke BTS menggunakan microwave atau pun satelit.    

ReplyReply allForward

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
operator seluler, operator telekomunikasi, Internet of Things

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top