NFCX Siapkan Investasi Gandeng Produser Eksekutif Film Gundala

Salah satu investasi tersuksesnya adalah film Keluarga Cemara, yang berhasil menjangkau 1,7 juta penonton dan meraih pendapatan lain-lain dari sponsor dan hak digital.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  08:12 WIB
NFCX Siapkan Investasi Gandeng Produser Eksekutif Film Gundala
Film Gundala - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX), entitas anak dari PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS), mengumumkan rencananya untuk berinvestasi di Ideosource Entertainment (IDEO), sebuah grup film dan hiburan di Indonesia.

 Investasi ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok dari NFCX dan IDEO, dari sisi permintaan dan penawaran pada lanskap digital dan hiburan.

CEO dari NFCX Abraham Theofilus menyatakan sebagai perusahaan digital exchange hub, NFCX terus membangun platform disruptif di beragam area, termasuk di media dan ruang iklan. Pihaknya meyakini bahwa platform yang kuat harus juga didukung dengan konten yang kuat guna menciptakan magnet alami bagi platform tersebut.

“Kami juga melihat bahwa film IDEO dan platform analitik media juga dapat memperkuat infrastruktur programmaticdeep-learning, and advertising kami. Dengan dukungan finansial dan ekosistem digital luas dari NFCX, kami dapat membantu IDEO untuk berkembang lebih cepat dan lebih besar,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (29/8).

CEO dari IDEO Andi Boediman menyatakan, sebagai bagian dari tren global, bisnis hiburan juga turut melengkapi bisnis e-commerce. Model ini telah dibuktikan oleh Amazon Prime di China dan India, serta Alibaba Pictures di China.

“Untuk alasan tersebut, kami yakin bahwa IDEO dan NFCX dapat menciptakan nilai sinergis yang luar biasa. Saat ini, bisnis IDEO mencakup dari investasi film & media, hingga produksi film & media, platform analitik film & media, serta agen pemasaran digital. Ke depannya, kami akan meningkatkan bisnis kami ke bisnis IP licensing and merchandising, menawarkan layanan ini ke brands dan sponsor,” ungkapnya.

Lebih jauh, dia memaparkan IDEO telah memiliki beragam film dalam portofolionya. Salah satu investasi tersuksesnya adalah film Keluarga Cemara, yang berhasil menjangkau 1,7 juta penonton dan meraih  pendapatan lain-lain dari sponsor dan hak digital. Saat ini, IDEO juga berinvestasi di deretan film Screenplay Bumilangit, salah satunya adalah Gundala, pahlawan super komik asli Indonesia oleh alm. Hasmi.

“Disutradarai oleh Joko Anwar, film ini menceritakan tentang asal usul dari si pahlawan super tersebut, dan menjadi salah satu film yang paling ditunggu-tunggu tahun ini,” ujarnya.

Sebagai gambaran, Indonesia menempati peringkat ke-15 di 20 besar pasar Box Office Internasional dengan ukuran pasar yang mencapai US$400 juta, menurut penelitian MPAA. Lebih lanjut, industri film Indonesia telah mencapai nilai 52 juta pada penjualan tiket untuk film Indonesia pada tahun 2018.

Berdasarkan penelitian tersebut, Perseroan memprediksi bahwa film Indonesia dan pasar OTT [Over The Top] akan tumbuh sebesar 21% CAGR-4Y, dari US$512 juta pada tahun 2018 ke US$1,1 miliar pada tahun 2022.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gundala

Editor : Demis Rizky Gosta
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top