LAPORAN DARI AS: VMware Luncurkan VMware Tanzu dan Perkenalkan Project Pacific

CEO VMWare Pat Gelsinger mengumumkan dua layanan terbaru tersebut dalam VMworld 2019 yang digelar di San Francisco, AS, Senin (26/8/2019) waktu setempat. Dia menerangkan layanan itu akan memudahkan pengelolaan virtual machines dan kontainer lewat strategi build, run, and manage.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  08:30 WIB
LAPORAN DARI AS: VMware Luncurkan VMware Tanzu dan Perkenalkan Project Pacific
VMware Tenzu - Repro

Bisnis.com, SAN FRANCISCO – VMware Inc. meluncurkan VMware Tanzu dan memperkenalkan Project Pacific sebagai inovasi terbaru perusahaan penyedia komputasi virtual global itu.

CEO VMWare Pat Gelsinger mengumumkan dua layanan terbaru tersebut dalam VMworld 2019 yang digelar di San Francisco, AS, Senin (26/8/2019) waktu setempat. Dia menerangkan layanan itu akan memudahkan pengelolaan virtual machines dan kontainer lewat strategi build, run, and manage.

Dengan layanan terbaru ini, pelanggan bisa mengelola semua kluster Kubernetes mereka dari mana saja. Selain itu, diklaim dapat membantu perusahaan untuk membangun aplikasi modern, mengoperasikan Kubernetes dengan konsisten di mana saja, dan mengelola seluruh kluster Kubernetes mereka lewat kontrol tunggal.

Chief Operating Officer, Products and Cloud Services, VMware Raghu Raghuram mengatakan saat ini, organisasi-organisasi mencari mitra untuk bisa memandu mereka untuk beralih ke aplikasi modern.

“Kami memposisikan diri untuk membantu customer mencapai target mereka di setiap langkah, termasuk dengan membangun aplikasi untuk mereka lewat dukungan platform, perangkat, dan layanan developer Pivotal; menjalankan aplikasi-aplikasi mereka dengan dukungan Project Pacific akan mengubah vSphere menjadi platform native Kubernetes; dan mengelola portofolio Kubernetes mereka yang terus berkembang melalui kontrol tunggal yaitu VMWare Tanzu Mission Control,” paparnya.

Adapun Pivotal menawarkan platform yang komprehensif dan banyak digunakan oleh para developer, misalnya Spring Initializr dan Spring Boot. Platform yang disebut pertama digunakan para developer untuk memulai 1,5 juta proyek baru setiap bulannya, sedangkan Spring Boot telah diunduh lebih dari 75 juta kali.

Pivotal Application Service (PAS) yang mereka bangun pun tengah dikembangkan untuk dapat menjalankan Kubernetes.

Pivotal menjadi salah satu bagian dari sebuah rantai pasok yang dimiliki VMware untuk mengembangkan portofolio perangkat bagi developer dan perangkat lunak modern.

Selain Pivotal, bagian lainnya adalah Bitnami dan ISV Ecosystem. Bitnami menawarkan katalog terbesar atas konten aplikasi untuk kluster-kluster Kubernetes bagi 2,5 juta developer.

Secara keseluruhan, Pivotal dan Bitnami memiliki sekitar 5 juta developer.

Sementara itu, ISV Ecosystem terus dikembangkan untuk mampu melayani berbagai layanan bernilai tambah melalui Kubernetes dan membangun aplikasi di Kubernetes yang tersedia di dalam katalog Bitnami.

Adapun Project Pacific akan menjadi bagian bagaimana menjalankan aplikasi modern yang mampu meningkatkan posisi Kubernetes. Layanan ini berfokus pada transformasi VMware vSphere menjadi platform native Kubernetes, sehingga mampu melayani ratusan ribu customer vSphere.

Perubahan tersebut diyakini bakal memungkinkan perusahaan untuk mengakselerasi pengembangan dan operasional aplikasi modern di vSphere sembari tetap melanjutkan investasi eksisting di teknologi, perangkat, serta kemampuan.

Selain itu, layanan tersebut akan memungkinkan kontrol di level aplikasi untuk penerapan kebijakan, kuota, dan role-based access bagi developer.

Namun, Project Pacific masih dirahasiakan kapan bakal diluncurkan secara resmi.

Terakhir, terkait bagaimana menjalankan infrastruktur multi-cloud dan multi-cluster. Dengan VMware Tanzu Mission Control, customer memiliki kontrol tunggal untuk mengelola seluruh kluster Kubernetes mereka dari mana saja, baik dari vSphere, cloud publik, atau lainnya.

Dengan layanan terbaru ini, customer bisa melihat seluruh kluster Kubernetes, termasuk asesmennya. Kontrol tunggal juga memudahkan operator untuk menerapkan kebijakan yang terkait akses, kuota, back-up, keamanan, dan kluster individual atau kluster kelompok.

VMware Tanzu Mission Control pun memungkinkan developer untuk lebih independen karena bisa masuk lewat workspaces dengan metode pilihan sendiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teknologi informasi, vmware indonesia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top