Pentingnya Edukasi Sistem Industri Gim di Indonesia

Bubu.com, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Badan Ekonomi Kreatif untuk memperkuat sistem industri gim dalam negeri melalui upaya edukasi.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  17:58 WIB
Pentingnya Edukasi Sistem Industri Gim di Indonesia
Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kiri) bermain game online PUBG didampingi Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga (kedua kiri) pada acara Spirit of Millennials Games Day 2018, di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/12/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Bubu.com, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Badan Ekonomi Kreatif untuk memperkuat sistem industri gim dalam negeri melalui upaya edukasi.

CEO dan Pendiri Bubu.com Shinta W. Dhanuwardoyo mengatakan edukasi tersebut menyasar berbagai pemangku kepentingan, seperti korporasi, brand, agensi, dan peminat olahraga-el, di mana pemahaman tentang perkembangan dan potensi industri gim di Indonesia akan disampaikan.

"Edukasi kita mulai dari understanding mengenai ekosistem, yakni publisher, pengembang, tim, pemain, dan brandyang mendukung olahraga-el. Selama ini di Indonesia banyak diadakan turnamen-turnamen, tetapi tidak diimbangi dengan edukasi," ujarnya kepada Bisnis seusai konferensi pers di Kemenkominfo, Selasa (27/8/2019).

Saat ini, industri gim olahraga-el di Indonesia dilaporkan bertumbuh 38% year on year (YoY) dengan total pendapatan tahunan mencapai US$1,1 miliar. Angka tersebut diperkirakan bertumbuh menjadi US$1,4 miliar hingga US$2,4 miliar pada 2020.

Shinta melanjutkan, seluruh pemangku kepentingan baik itu pemerintah, asosiasi, komunitas, tim profesional, para atlit, organisasi penyelenggara turnamen, esports-preneur, maupun perusahaan akan dilibatkan sebagai langkah untuk mengakselerasi pertumbuhan industri gim olahraga-el Tanah Air.

Berdasarkan data Newzoo, lembaga riset milik Nielsen, Indonesia dikatakan sudah menjadi pasar olahraga-el terbesar di Asia Tenggara dengan total pendapatan industri gim olahraga-el tertinggi ke-16 secara global sejak 2017, yakni US$880 juta.

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari, mensinyalir pertumbuhan yang sangat pesat tersebut juga berpotensi menarik perusahaan-perusahaan non-endemik untuk mulai berinvestasi di industri gim olahraga-el, terutama karena tingginya animo masyarakat terhadap olahraga-el yang usianya belum lama di Indonesia sehingga dinilai membutuhkan dukungan total.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
game, industri game

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top