EnGenius Masuk Bisnis Komputasi Awan, Incar Pasar UKM Indonesia

EnGenius Networks Singapore, perusahaan jaringan nirkabel multinasional untuk solusi hardware dan software, memperkenalkan EnGenius Cloud, yaitu teknologi komputasi awan yang memiliki solusi pengelolaan jaringan nirkabel
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  18:00 WIB
EnGenius Masuk Bisnis Komputasi Awan, Incar Pasar UKM Indonesia
cloud computing

Bisnis.com, JAKARTA — EnGenius Networks Singapore, perusahaan jaringan nirkabel multinasional untuk solusi hardware dan software, memperkenalkan EnGenius Cloud, yaitu teknologi komputasi awan yang memiliki solusi pengelolaan jaringan nirkabel

Lawrenc Lim, Regional General Manager Engenius Network, mengatakan layanan terbaru ini ditujukan akan menyasar usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Hanya saja, Lim tidak menyebutkan target UKM yang mereka incar pada tahun ini.

Lim menuturkan dengan teknologi ini, para tim IT di UKM bisa merencanakan dan menjalankan ribuan jaringan hanya dalam hitungan menit.

Layanan komputasi awan EnGenius beroperasi tanpa server (serverless) dengan desain Function-as-a-Service (FaaS), yang bekerja dalam hitungan mikrodetik dan menawarkan skalabilitas yang tinggi.

Di samping itu, solusi yang ditawarkan juga mampu mengontrol dan memonitor sampai 100.000 perangkat access point dan switch secara bersamaan, hanya dengan satu akun saja.

“Dengan menggunakan FaaS yang tak membutuhkan server, kebutuhan jaringan bisa disesuaikan berdasarkan permintaan,” kata Lim di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Lim menambahkan EnGenius Cloud juga memiliki tingkat keamanan berlapis. Perangkat pengelolaan jaringan dipisahkan menggunakan tunnel yang dilindungi dengan otentifikasi dua faktor (two-factor authentication - TFA) untuk keamanan data pelanggan.

Dia berpendapat saat ini, banyak perusahaan di dunia yang melakukan transformasi digital dengan mengadopsi jaringan yang mendukung teknologi komputasi awan, karena kemudahan pengaturan dan skalabilitasnya yang tinggi pada beban kerja.

“Menurut IDC, penyebaran model jaringan berbasis cloud ini sudah mencapai 26% pada 2017. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat dan diprediksi akan tumbuh menjadi 38% pada 2020,” kata Lim.

Lim mengatakan komputasi awan di UKM, sejalan dengan misi pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, Indonesia memiliki sekitar 60 juta UKM atau 99 persen dari total unit bisnis di Tanah Air.

Kontribusi UKM terhadap GDP mencapai 60 persen dan menyerap 116,73 juta tenaga kerja atau sekitar 97 persen dari total tenaga kerja.

Dari yang sama juga diketahui bahwa 36% UKM masih berbisnis secara offline dan 37%  baru memiliki kemampuan digital yang mendasar, seperti adanya perangkat komputer dan akses internet cepat.

Kemudian, sebanyak 18% sudah menggunakan web dan media sosial, tetapi hanya 9% yang telah memiliki kemampuan digital.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cloud computing

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top