Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Ulah Malware Curi Data Pengguna Whatsapp

Aplikasi digital berpa layanan pesan terpopuler, Whatsapp dan Telegram, tengah diguncang isu peretasan. Ada sejumlah peretas yang mengirimkan malware untuk mencuri data pengguna Whatsapp dan Telegram. Begini cara malware mencuri data pengguna di Whatsapp.
Chelin Indra Sushmita
Chelin Indra Sushmita - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  00:15 WIB
Ilustrasi logo Whatsapp (Stuff)
Ilustrasi logo Whatsapp (Stuff)

Bisnis.com, SOLO – Aplikasi digital berpa layanan pesan terpopuler, Whatsapp dan Telegram, tengah diguncang isu peretasan. Ada sejumlah peretas yang mengirimkan malware untuk mencuri data pengguna Whatsapp dan Telegram.

Seperti diketahui, Whatsapp dan Telegram memang punya sistem enskripsi end-to-end yang membuat semua data terenskripsi ketika sedang dikirimkan. Namun, bukan berarti data itu tidak bisa dibobol. Peneliti keamanan keamanan dari Symantec mengungkap salah satu skenario cara hacker membobol data pengguna.

Dikutip dari The Verge, Selasa (16/7/2019), foto atau media lain yang dikirim lewat Whatsapp bisa disimpan di storage internal atau eksternal. Namun, secara default Whatsapp akan menyimpan foto dan media lainnya di pengimpanan eksternal. Begitu juga dengan Telegram yang secara otomatis melakukan hal serupa jika opsi save to gallery diaktifkan.

Peneliti menyebut foto yang disimpan di storage eksternal bisa diakses oleh malware. Virus itu dapat mengakses file media, meski belum dilihat pengguna. Sederhananya, seorang hacker bisa memanipulasi foto yang diterima lewat Whatsapp lewat malware yang sudah menginfeksi smartphone korban. Dengan demikian, peretas bisa memanipulasi pesan multimedia yang dikirim pengguna.

Teknik tersebut dikenal dengan istilah Media File Jacking yang telah dikenal sebagai masalah lazim pada Android. Jadi, pengguna harus memilih antara privasi atau aksesibilitas aplikasi pengiriman pesan di Android. Penggunaan storage eksternal memang lazim dipakai agar aplikasi lebih kompatibel.

Namun, di sisi lain hal tersebut juga membahayakan privasi. Menurut Whatsapp, jika sistem penyimpanan data diubah, maka kemampuannya untuk berbagi file menjadi terbatas. Bahkan menimbulkan masalah privasi baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

david
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top